Semalam saya kembali diundang makan malam di tempat keluarga Bayers. Mereka menjadi keluarga yang sangat penting bagi kami di Fort Collins karena sangat berjasa ketika dulu kami menjalani masa transisi di awal kepindahan kami ke kota ini. Pada awalnya ketika Nina tiba di kota ini, tempat tinggalnya di apartemen kampus belum siap, sehingga selama 9 hari "ditampung" di rumah Mary Ann dan David Bayers ini. Istilah yang kami selama ini gunakan adalah host family, yaitu keluarga yang menjadi host selama kami masih dalam masa penyesuaian diri. Dulu di Hawaii juga kami memiliki keluarga Shigemura yang hingga saat ini masih saling bertutur sapa dan berbagi berita.
Makan malam ini berlangsung dengan sangat hangat dan akrab sebagaimana halnya sebuah keluarga. Marry Ann dan David ditemami seorang anak, menantu dan cucunya, Lucy, yang sekarang sudah remaja. Pertama kali kami bertemu Lucy ketika dia masih TK. Kami kebetulan baru saja mengadakan kumpul-kumpul sehari sebelumya dan saya memanggang lebih dari 400 tusuk sate sehingga hari ini saya juga memabawa sate yang baru saja saya bakar sore hari. Keluarga Bayers menyiapkan salad sayuran, potato salad, ham and cheese sliders, bake beans, fruit salad, beer dan soda.
Seperti biasa obrolan kami berkisar tentang kehidupan, dan topik yang sedang hangat selama setahun terakhir ini adalah politik. Keluarga Bayers adalah keluarga moderat yang kebetulan cocok dengan kami yang merasa tidak cocok dengan situasi politik saat ini, termasuk invasi yang baru saja dilakukan beberapa malam yang lalu. Dari obrolan politik, kemudian beralih ke topik tentang keluarga.
"So, what is your plan, Joe? What are you going to do for your retirement?" Tanya Mary Ann.
"I do not really know. I am still considering a lot of options, but so far I haven't decided anything." Jawab saya.
Memang sejak saya memutuskan untuk pensiun, saya belum menemukan apa yang akan dilakukan untuk mengisi hidup saya. Saya ceritakan pada mereka bahwa selama ini terlalu banyak distraksi sehingga saya belum sungguh-sungguh menemukan waktu untuk berpikir serius hingga tuntas. Memperbaiki rumah, mempersiapkan kedatangan Kano dan teman-temannya hingga persiapan kami mengunjungi Fort Collins dan peristiwa dalam keluarga telah menjadi semacam highlite tahun lalu sekaligus juga distraksi yang merengut saya dari upaya berpikir serius untuk menemukan jawaban dari pertanyaan besar yang sedang saya cari.
"We understand." Kata Mary Ann dan David. Mereka memang sudah saya anggap sebagai "orang tua angkat" karena sesungguhnya usia mereka hampir sama dengan usia mendiang ayah dan ibu saya. Mereka juga sudah mengalami masa-masa yang sedang saja jalani sekarang ini.
"You'll find your spot!" Kata mereka meyakinkan.
Ini memang masa-masa yang bagi saya agak membingungkan. Pada awalnya ketika saya memutuskan untuk pensiun, saya menyangka akan mampu berbuat apapun tanpa harus menghadapi berbagai kesulitan. Pada kenyataannya tidak sesederhana itu. Memang benar saya dapat melakukan apapun, saya bisa tidur kapan saja, bangun seenaknya, tidak dituntut untuk pergi atau melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan dan lain sebagainya. Tapi, nah ini bagi saya merupakan hal yang sangat besar dan paling penting, bagaimana saya dapat menjadikan masa-masa istirahat ini menjadi sebuah periode yang berarti dalam menjalani kehidupan? Ini yang ternyata tidak pernah saya pikirkan sebelumnya hingga tiba pada saat saya harus menghadapinya.
Saya selalu berkata,"I don't want to be easy, I want to be worth it." Mungkin ini yang semesta berikan sesuai dengan harapan saya! Ternyata memilih, menimbang-nimbang, memilah, dan menentukan adalah pekerjaan-pekerjaan yang tidak mudah. Saya memutuskan untuk tidak terlalu gegabah dalam hal ini. Mungkin akan membutuhkan waktu lama, mungkin malah tidak akan pernah bisa memutuskan. Saya tidak tahu. yang jelas saya ingin mengikuti arus saja, follow the flow, swimming with the current, atau apalah namanya. Tentunya saya akan banyak melakukan coba-coba. Seperti memasak, jika hanya sekedar wacana, tidak akan pernah jadi apa-apa. Saya akan mencoba membuat roti, misalnya dan menikmati prosesnya lalu menikmati hasilnya baik hasilnya menyenangkan atau tidak, gagal atau berhasil tidak masalah selama saya menikmati prosesnya. Nah itu yang akan saya pusatkan pada kegiatan-kegiatan yang akan saya lakukan tahun 2026 ini. Finding my spot, but I am not going to force myself to get it right away. I just want to enjoy it. I want to embrace the process. Kalau berhasil menemukan ya Alhamdulillah, jika tidak, saya masih punya banyak pilihan yang sudah saya susun dalam sebuah daftar yang panjang.
Foto credit: veganstrategist.org