AES016 6 kacamata baru di depan
jovanna
Friday October 25 2024, 7:39 PM
AES016 6 kacamata baru di depan

 Audrey, Toby, Cecil, ,Milo, Angel, dan tasha. 6 orang yang menjadi referensi ke depan (mungkin?) penasaran akan kacamata yang tak pernah ku pakai sebelumnya. kacamata yang mungkin emmang terlalu besar untukku, namun rasa penasaranku tak bisa ku kendalikan, ini terlalu menggebu gebu. penasaran akan banyak hal, banyak yang ingin kutanyakan pada mereka ber 6. pikiranku liar, banyak sekali pertanyaan yang terlintas dalam benakku tetapi aku bingung harus bertanya kemana? nyatanya aku memang harus menanyakannya langsung kepada orangnya. 

kini yang menghantui pikiranku adalah

 “bagaimana caraku menghubungi mereka?”

 “ gaya bahasa yang bagaimana yang harus ku pakai kepada mereka? apakah gaya bahasa gen z? atau gaya bahasa milenial? atau formalnya milenial? atau formalnya gen z?”

 “apakah mereka akan merasa aneh jika aku tiba tiba menghubungi mereka?”

 “apa yang akan mereka pikirkan tentangku?”

 “apa yang harus kutulis untuk mengajak mereka?”

“apakah aku cukup sopan memberikan pesan itu pada mereka?”

“apa yang mereka pikirkan ketika mereka melihat pesan panjang dariku?”

itu adalah gambaran hal hal yang muncul dalam benakku ketika aku mulai menghubungi mereka. yang sebenarnya rasa penasaranku begitu menggebu gebu namun rasa takutku juga tak kalah menghantui. hal yang paling aku takuti adalah ketika ngobrol aku tidak bisa mengerti apa yang mereka katakan. 

perbedaan umur yang cukup signifikan bagiku, yang sebenarnya mereka masih masuk di gen z, namun aku tidak memandang generasi. aku harus mempelajari sifat mereka masing masing bahkan sebelum aku menghubungi mereka. bagaimana caranya? aku hanya bisa mengandalkan media sosial yang sebenarnya tak seberapa itu. aku berusaha memahami dan berusaha mengaplikasikan apa yang sudah kudapat, simpel saja, mulai dari vbes instagram, bagiku vibes memiliki warna. apakah warnanya biru? coklat? kuning? atau bahkan hijau? tak tahu. aku harus mempelajarinya satu satu. kini aku udah meraba raba hanya sepercik, tak lebih dari 0.5% dari mereka. aku berusaha menyesuaikan caraku mengetik dengan respon yang mereka berikan padaku.

bagiku diriku membuat hal yang sebenarnya gampang menjadi ribet. aku juga tak mengerti mengapa aku bisa begitu sulit untuk sekedar mengajak mereka? 

berbicara tentang Manner, merupakan satu inti dari keribetan. aku takut bahwa aku tidak respect kepada mereka. memang sebenarnya gak ada orang yang umurnya jauh lebih dari 10 tahun. terhitung dekat, namun aku tahu bahwa aku harus mempunyai basic manner yang selalu terngiang di kepalaku. aku harus berlaku sopan ketika menghubungi mereka lewat chat juga sopan ketika sedang berbincang langsung. 

basic manner merupakan hal yang paling penting bagiku dalam kehidupan ini, aku kembali teringat setelah menonton video yang dibagikan di Grup Chat. Manner merupakan hal yang TAK BOLEH HILANG dari dalam diri kita. salah satu hal yang paling penting yang memang sehaursnya sudah tertanam dalam diri kita.