AES084 - yah, lupa foto
Ara Djati
Tuesday December 17 2024, 6:46 PM
AES084 - yah, lupa foto

Begitu sering aku melihat kupu-kupu dengan sayap biru mengkilat, atau kucingku duduk dengan lidah menjulur aneh, atau matahari persis menyinari awan hingga tampak berpendar keemasan. Atau, sekian detik sempurna di bawah matahari silau atau nyala api unggun, di mana kami tertawa dan senang dan semuanya sempurna. Sebelum aku ingat untuk mengabadikan momen itu lewat kamera, dia lewat begitu saja.

Biasanya aku kesal. Aku ingin menunjukkan keindahan itu pada orang lain. Atau, aku ingin punya sesuatu untuk dipegang dan dinikmati dan dikenang di masa depan. Segala detail sensorik momen-momen ini bisa hilang begitu saja, tenggelam di balik memori yang baru. Rasanya sayang kalau mereka hilang. Dengan foto, aku bisa menjangkit kembali ingatan yang sudah samar.

Tapi lalu, kuperhatikan lagi: bukannya momen-momen yang lebih kuingat adalah momen-momen di luar foto? Otakku terpaksa menyimpannya, karena kalau tidak, akan hilang selamanya. Begitu sudah dipotret, rasa terpaksa itu hilang. Jadi aku malah lebih sedikit mengingatnya. Semakin sebuah memori terasa langka, semakin dia terasa berharga. Alhasil, kita bisa mengapresiasinya dengan penuh. Rasanya jadi lebih nyata, lebih indah, lebih romantis. Mau tidak mau, kalau kita ingin menyimpan memori itu di benak kita, kita harus menghafal tiap rasa, tiap sentuh dan suara dan aroma. Kalau terpaut pada foto, aku jadi hanya mengingat unsur visualnya. Unsur sensorik dan emosional lainnya jadi lebih cepat tenggelam.

Akses yang begitu mudah pada kamera seringkali membuat kita jadi kurang penuh menikmati momen. Bukan berarti aku tidak suka mengabadikan lewat kamera. Tapi, bahkan kalau momen-momen ini tak sempat tertangkap, aku tidak perlu kesal. Rasanya jadi jauh lebih langka dan istimewa.

Andy Sutioso
@kak-andy   2 years ago
Ini keren dan ini betul β˜πŸ½πŸ™πŸΌπŸ˜Š