AES 1272 Melawan Robot
joefelus
Friday December 13 2024, 11:49 AM
AES 1272 Melawan Robot

"Terima kasih telah menguhubungi layanan @%# Networks. Kami siap membantu demi kenyamanan Anda. Ketik 1: ..., Ketik 2:..."

Itu salah satu cuplikan obrolan saya pagi ini dengan salah satu internet provider. Saya sedang mempertimbangkan penyelengara jasa internet apa yang akan saya pilih. Banyak tawaran yang saya peroleh tapi dari pengalaman terdahulu saya harus teliti dalam mengambil keputusan sebab ini menyangkut banyak faktor.

Mungkin sekarang mulai banyak usaha bisnis bergantung pada teknologi. Ada yang memang sangat maju dikarenakannya, tapi ada yang malah membuat saya jengkel. Saya sangat menyukai pelayanan berbasis daring, seperti untuk belanja, mengelola keuangan dengan pihak bank dan pembayaran kartu kredit, pelayanan jasa makanan dan minuman dan sebagainya. Tapi yang paling saya benci adalah penggunaan robot. Seperti pagi ini.

Memang tidak sulit mengikuti arahan robot, ketik 1, ketik 2 dan seterusnya, tapi sebelum sampai kepada informasi yang saya butuhkan sudah dirujuk ke percakapan lain. Dan begitu saya buka percakapan yang dirujuk, saya harus mulai dari awal lagi, memasukkan identitas saya, mengetik pilihan-pilihan menu, lalu diberi rujukan lagi. Lalu saya mulai bertanya, jika mau registrasi untuk mulai menggunakan layanan mereka saya sudah dilempar kesana kemari, lalu bagaimana jika saya nanti akan menyampaikan keluhan atau jika menghadapi masalah? Menurut saya ini pelayanan yang buruk! Hampir setengah hari saya belum memperoleh informasi, padahal yang saya butuhkan hanya jawaban dari 1 pertanyaan, apakah jangkauan pelayanan mereka mencakup daerah saya atau tidak! Saya sungguh kangen dengan pelayanan manusia, bukan robot!

Penggunaan robot memang sudah merambah ke banyak aspek. Di tempat kerja saya dahulu sudah menginisiasi penggunaan robot untuk pengantaran makanan. Sebelum saya keluar kerja dan masih tinggal di kampus, saya sudah sering melihat robot-robot hilir mudik di area kampus untuk pemetaan. Konon katanya tahun 2025 akan mulai menggunakan jasa pengantaran dengan media robot ini. Keren!

Saya juga beberapa kali pergi ke restoran makanan Jepang dimana robot yang mengantar makanan ke meja kami, bukan manusia. Bukan menggunakan sejenis kereta api mainan loh, itu sih sudah lama dan biasa digunakan oleh restoran hamburger atau sushi. Ada semacam rel yang mengelilingi tempat-tempat duduk pelanggan dan berhenti di meja pemesan dan pelanggan tinggal memindahkan makanan dari rel itu ke meja makan. Itu sudah belasan tahun yang lalu saya kenal. Nah kali ini benar-benar robot yang berjalan dan menghampiri meja kami membawa makanan, memang robot ini masih belum menyajikan makanan ke atas meja tapi jauh lebih praktis daripada menggunakan rel seperti kereta api. Minimal di segi disain restoran tidak perlu dikelilingi rel. Sampai di sini saya masih open minded dan menerima pemanfaatan teknologi.

Penggunaan semacam "robot" dalam percakapan telepon juga sudah saya alami selama puluhan tahun. Untuk bahasa Inggris tekan 1, untuk bahasa Spanyol tekan 2, dan seterusnya. Saya biasa mengisi ulang resep obat-obatan melalui jasa telepon dengan "robot" ini, praktis tidak ada antrian, dan yang penting jika saya ingin berbicara dengan manusia masih ada pilihan itu, juga jika saya ingin menggunakan pelayanan daring, ada pilihan tinggal tekan nomor tertentu lalu saya langsung dirujuk ke laman yang secara interaktif dapat melayani saya. Kalau bahasa jaman sekarang "tanpa ribet!".

Kesabaran saya pagi ini memang ditantang. Sekarang sudah menjelang tengah hari, informasi dari 1 pelayanan internet masih belum saya peroleh. Dalam hati saya mempertanyakan strategi pemasaran mereka. Jika ingin memperoleh banyak pelanggan baru, menurut saya sebaiknya memberikan pelayanan yang manusiawi dalam arti sesungguhnya. Maksud saya, alangkah lebih baik jika yang melayani saya adalah manusia, bukan robot yang tidak fleksibel dan sangat menjengkelkan karena sangat rumit dilempar kesana kemari hingga akhirnya saya matikan telepon saya dan mereka tidak akan mendapat pelangga baru. Konyol sekali. Saya mendukung penggunaan teknologi, tapi menurut saya mereka harus mempertahankan kenyamanan para pelanggan, terlebih jika mereka berusaha menarik calon pelanggan. Siapa mau jadi pelanggan jika sejak awal sudah tidak nyaman dan diperlakukan tidak "manusiawi"! 

Padahal di salam pembuka, mereka mengatakan " Kami siap membantu demi kenyamanan Anda". Kalau ikut bahasa yang biasa digunakan oleh salah seorang mantan gubernur, saya bisa mengatakan "Kenyamanan n*n*k loe!" Hahaha. Their loss, not mine!

Foto credit: kompasiana.com