Adaptif... Ini adalah satu kata kunci yang muncul dari diskusi bersama kakak-kakak Smipa di dalam salah satu sesi Hari Belajar Literasi Diri. Konteksnya apa? Perubahan. Ya, perubahan. Saat ini perubahan terjadi begitu cepat - sampai muncul istilah Disrupsi. Kenapa disruptif - karena perubahan ini sampai menimbulkan goncangan - mengganggu kesetimbangan.
Padahal alam semesta ini hakikatnya adalah perubahan. Yang menjadi tantangan adalah ritme perubahan yang sudah tidak lagi alamiah. Semesta punya ritmenya sendiri yang tidak pernah berubah dari sejak segala sesuatu tercipta. Yang bikin kacau memang manusia yang dengan segala ego dan kemampuannya melepaskan diri dari koneksinya dengan alam. Tapi ya hal itu sudah terjadi - dan hanya ada satu hal yang mengembalikannya : kesadaran.
Adaptif bicara tentang kemampuan beradaptasi, tapi adaptasi bukan berarti sekedar mengikuti perubahan atau bahkan terbawa arus, adaptif adalah kemampuan untuk merespon perubahan. Respon berpijak pada kesadaran. Kalau kita terbawa arus, kita hanya bisa sekedar mengikuti ke mana arah perubahan membawa kita. Kita tidak lagi punya kendali atas hal tersebut. Adaptif punya konotasi yang berbeda, di mana kesadaran manusianya berperan untuk menjawab / merespon perubahan yang terjadi.
Dalam proses perubahan yang semakin lama semakin cepat - beradaptasi juga semakin sulit. Tapi bukan tidak mungkin. Lebih jauh lagi dalam konteks pendidikan, keterampilan anak-anak merespon perubahan - adaptif terhadap perubahan menjadi semakin penting. Kalau tidak anak-anak kita hanya akan terlanda arus perubahan jaman. Di Semi Palar hal ini sudah digaris bawahi melalui penjabaran konsep Sadar Diri, Sadar Lingkungan dan Sadar Tujuan. Mudah-mudahan dari esai pendek ini, kita semua lebih memahami pentingnya membangun kesadaran anak-anak melalui Literasi Diri dan Literasi Semesta. Jauh lebih penting daripada sekedar mendapatkan pengetahuan yang selama ini dijadikan materi kurikulum pendidikan di banyak sekolah. Mari mengubah paradigma kita - supaya kita semua lebih adaptif di dalam turbulensi perubahan yang terjadi dan akan semakin kuat terjadi.
Photo by Mikael Blomkvist on Pexels