AES863 Penerimaan Diri
Andy Sutioso
Friday October 31 2025, 6:42 AM
AES863 Penerimaan Diri

Masih dalam konteks Literasi Diri, lebih luas lagi dalam suasana Festival Literasi yang segera digelar di pekan depan. Festival memang perayaan bersama, sebuah peristiwa kolektif, tapi di sisi lain di sisi dalam diri, apakah kita masing-masing juga merayakan literasi diri kita. Merayakan, mensyukuri, menerima sepenuhnya siapa, apa dan bagaimana kita seutuhnya

Masih dari obrolan Ngopi AES yang kemarin, hanya enam dari kami yang hadir. Sebagian besar belum saling mengenal, tapi kami kemudian larut dalam obrolan yang sangat dekat - seperti teman yang lama tidak jumpa... Seperti apa yang dituliskan oleh @joefelus dalam tulisannya yang berjudul Bawang. Kalau direfleksikan momen kemarin memang menarik sekali. Lagian hujan 'menjebak' kita semua dalam obrolan yang berkepanjangan... Sampai akhirnya hujan reda dan kami semua bisa pulang. 

Pagi ini kami bergantian membagikan testimoni berdasarkan pemaknaan kami terhadap pengalaman menulis di AES. Menarik sekali mencermati apa yang dituliskan. Berbagai perspektif dan pandangan muncul dan jadinya sangat-sangat menarik... Menulis, bisa seluas itu, sedalam itu... bahkan sesakral itu... 

Ujungnya saya jadi berpikir, bolehkah kita menyimpulkan bahwa menulis terus menerus juga mensyaratkan semacam penerimaan diri bagi si penulisnya. Setidaknya sudah bisa melepaskan diri dari ketakutan akan dapat penilaian - apapun bentuknya dari siapapun yang akan membaca tulisan-tulisannya. Lebih jauh bukan dari orang luar tapi dari diri sendiri, penulisnya. Dalam diskusi kemarin sempat muncul ungkapan dari seorang teman, bahwa "Dulu suka menulis, tapi kok setelah dibaca lagi jadi ga suka sama tulisanku sendiri". Kurang lebih seperti itu. Tapi itu juga menandakan bahwa kita juga bisa tidak menyukai hal-hal apa yang kita pikirkan - yang kemudian kita tuangkan dalam tulisan. 

Akhirnya, memang menulis bukan hal yang mudah karena aspek teknisnya, ada hal yang jauh lebih mendasar dari itu. Setidaknya dari tinjauan di atas ini, menulis adalah betul sebuah proses reflektif yang sangat kuat, sebuah proses berkesadaran, kita menyadari pikiran, perasaan yang kita miliki... yang kita tempatkan di hadapan kita di atas layar atau di atas kertas. Nah kalau proses ini adalah proses berkesadaran, bukankah itu sangat baik untuk kita... Mari mencoba... 

Photo by Frantisek Simak: https://www.pexels.com/photo/silhouette-of-person-walking-on-cobblestone-pathway-34485179/