AES 108 Seperti Pernah
leoamurist
Sunday September 12 2021, 7:00 AM
AES 108 Seperti Pernah

Kita membicarakan kebebasan, seperti pernah bebas saja. Kita memberikan pemahaman seperti, pernah paham saja. Kita menyarankan masa depan seperti pernah mengalaminya saja.

Bagaimana bisa yang tidak melakukan eksperimen menemukan pengetahuan? Bagaimana bisa yang tidak menemukan pengetahuan menjalani pengalaman? Bagaimana bisa yang tidak menjalani pengalaman menciptakan inovasi?

Bagaimana bisa yang tidak menciptakan inovasi berbagi cerita seperti pernah saja? Jawabannya adalah, salah satu jawabannya adalah imitasi. Kita melihat, kita meniru. Kebijaksanaan imitasi pun adalah kebijaksanaan.

Biarpun demikian, tetaplah tiruan. Yang bukan persoalan dan tidak perlu jadi permasalahan, kalau memang merasa cukup dan berguna dalam menjalani kehidupan sekarang.

Karena sisi dalam adalah pemaknaan dan sisi luar adalah kebermanfaatan. Keduanya saling terkait dan mempengaruhi. Bagaimana bisa bermanfaat kalau tidak bermakna dan bagaimana bisa bermakna kalau tidak bermanfaat?

Lagi-lagi, salah satu jawabannya adalah imitasi makna dan imitasi manfaat. Yang lagi-lagi, bukan persoalan dan tidak perlu dipermasalahkan kalau memang makna dan manfaat yang imitasi ini sudah cukup memenuhi kebutuhan diri saat ini.

Kalau belum cukup, marilah ganti imitasi yang bijaksana itu dengan orisinal yang bijaksini ini. Menjadi otentik mulai dari eksperimen untuk menemukan pengetahuan. Biarpun seperti pernah, ini adalah hal baru.

Kemudian penemuan pengetahuan itu dijalani sebagai pengalaman. Yang biarpun seperti pernah, ini adalah hal baru karena terjadi sekarang dan saat ini bukan di masa lalu terdahulu.

Lanjutkan dengan menciptakan inovasi berdasarkan pengalaman tadi. Barulah layak untuk berbagi cerita, mengenai makna yang mendalam ke dalam dan manfaat yang meluas ke luar.

You May Also Like