AES285 Terpengaruh
leoamurist
Saturday June 18 2022, 5:45 AM

Seringkali kita mengeluhkan teman yang terpengaruh orang lain, dengan melupakan bahwa selama ini kita tidak membantu menjaganya dari pengaruh-pengaruh itu. Lha, ketika sudah terpengaruh kita baru mengeluh. Kemana saja kemarin itu?!

Apakah karena merasa sudah tahu, merasa sudah memegang, merasa sudah biasa, jadinya meremehkan dan mengabaikan hal kecil yang penting. Seperti ketepatan waktu, seperti inisiatif saling membantu, seperti menawarkan diri alih-alih meminta dimengerti.

Memang, kesombongan terbesar manusia adalah keinginan untuk dipahami. Kata filsuf siapa ini, lupa lagi. Jadinya, ketika kita terlalu terbiasa dan merasa biasa dengan situasi eksisting. Kepekaan kita turunkan, respek kita turunkan, sehingga integritas kita hilang.

Teman kita jadi kehilangan kehadiran kita, sehingga ia melihat kehadiran lain yang lebih baru. Lebih masuk akal. Lebih membantu. Lebih integral. Lalu karena merasa terbuang, kita mengeluh teman kita terpengaruh?! Aduh... ini seperti menegur guntur ketika awan luntur.