Bukankah kita memerlukan jawaban, terlepas dari itu benar atau salah. Bahkan saat kita tidak meminta jawaban, itu karena sudah kita miliki. Terlepas dari subjektif atau kolektif.
Baiknya kita mengurangi tuntutan pemenuhan kriteria objektif, karena itu indicator of inter-subjective reality. Langsung saja ke objective-nya yaitu kualitas si subyek yang merespon realita.
Jawaban yang tidak bisa tidak ada itu pun bisa jadi harmoni, apabila berlandaskan pengertian alih-alih pengartian. Hanya, kita terlalu tenggelam dalam pencarian fakta daripada penemuan realita.