5 Mei 2026, Sesampainya di Temanggung pukul 05.00 kami sudah ditunggu oleh satu angkot merah beserta supirnya. Kami di antar menuju pasar Temanggung untuk belanja bahan masak hari itu dan peralatan rumah tangga. Di pinggir jalan ramai sekali orang yang berjualan basahan, sejauh mata memandang belum ada yang jualan peralatan rumah tangga. Kami memutuskan untuk membeli bahan masak terlebih dahulu, mulai dari bawang sampai minyak goreng.Β
Saat saya bertanya kepada salah satu ibu yang berjualan di pasar mengenai toko perabotan, ternyata toko toko peralatan rumah tangga baru buka jam 08.00 sementara masih jam 05.30. Akhirnya kami memutuskan untuk langsung menuju ke rumah saja, tapi ternyata di jalan menuju kembali ke angkot kami bertemu dengan bapak penjual perabotan keliling. Kami membeli beberapa perabotan yang sekiranya penting sekali dan tersedia di bapa penjual keliling itu. Di perjalanan menuju rumah kami berhenti sebentar untuk membeli lauk makan siang kami, karena terlalu lelah untuk memasak di hari pertama.Β
Sesampainya dirumah, kami memilih kamar. Saya, Vania, dan Seline memilih kamar di tengah. Setelah barang barang dibereskan dan istirahat sebentar kami kaman siang sebelum akhirnya di ajak oleh mas Ahmad berkeliling dusun sedikit.
Bertemu dengan bu Yuni untuk memberi surat izin tinggal dikarenakan bapaknya tidak ada, papu kami bergeser ke rumah Pak Joko dengan surat kedua. Dirumah pak Joko dan Bu Ella kami sedikit membicarakan tentang adik kelas kami yang sempat kesini dan beberapa hal kecil lainnya. Lalu kami ke rumah pak Sam untuk berkenalan. Semua orang disini ternyata ramah dan hangat sekali, mereka begitu terbuka untuk orang datang kerumahnya hanya sekedar mengobrol. Kami juga mengambil kasur untuk kami tidur.
Sekitar Pukul 17.00 kami memutuskan untuk eksplorasi mandiri, berjalan santai menuju pendopo yang kami lohat saat perjalanan masuk dusun, terlihat begitu menarik. Kami pun berjalan ke daerah persawahan, ketika sedang berjalan penasaran dengan tangga yang cukup bagus mengarah ke bukit, karena masih baru satu hari kami belum berani untuk menghampirinya. Memutuskan untuk pulang dan bertanya pada warga mengenai tangga itu ternyata benar dugaan kami bahwa tangga itu menuju ke pemakaman desa sebelah. Untung saja tidak jadi.Β
Hari pertama yang sangat melelahkan, namun kalau dengan rasa penasaran dan senang.
Terima kasih Dhea catatannya. Sampaikan salam sama mas Joko dan Bu Ella πΏπππΌ
komen