AES472 Ingin Maju Enggan Ke Depan
leoamurist
Friday November 15 2024, 10:45 AM
AES472 Ingin Maju Enggan Ke Depan

Nebeng. Atau yang lebih payah lagi, ngomen. Dua dari banyak indikator mental modelĀ ingin maju tetapi enggan ke depan. Seperti meminta diajak bertualang, pas di perjalanan penuh dengan keluhan. Ketidak sesuaian keinginan dengan kenyataan.

Begini, gak mau. Begitu, gak mau. Jadi maunya apa, gak tau. Ingin sampai tujuan, enggan melalui perjalanan. Ingin mendapat pengakuan, enggan tampil di depan. Ingin berkembang, enggan berubah. Ah, sungguh kedangkalan yang dalam.

Makanya tidak heran, kursi yang penuh selalu di belakang. Makanya tidak aneh, sudut ruangan berjejal-jejalan. Di tengah ruang masih lega, hanya ada dua orang yang sungguh bertualang dan berjuang. Sembilan puluh delapan lainnya, tiktokan.

Terlalu muram kah tulisan ini? Kalau iya, berarti pandangan kita terhimpit yang sembilah puluh delapan itu. Geser sedikit saja, angkat pantat dari kursi di meja belakang dan masuk lah ke dalam ruangan. Lihat yang dua sedang berkembang ini.

Semudah itu mengubah suasana jadi terang. Dengan melihat saya dan kamu sebagai dua orang yang di tengah ruang dan di depan perjalanan. Yang berjejalan di sudut dan bertumpuk di belakang, adalah yang perlu kita paparkan pancaran diri ini.

Yang muram mengartikan yang terang. Panta Rhei!