Judul yang tak kuberi judul
Linda Djuanda
Wednesday March 6 2024, 8:03 PM

Ibu

.

Ini tulisan ku tentang seorang wanita

Tidak cantik tidak pula pandai merias diri

Selalu serius, tidak pernah bisa diajak bercanda

Tapi sungguh dia wanita mandiri

.

Gemar melukis, memainkan warna

Katanya itu jati diri

Selalu terdiam tak banyak bicara

Meski kalau marah lepas kendali

.

Tapi hari itu kulihat dunianya luluh lantah

Si wanita mandiri tak kuat lagi berdiri

Ku berikan bahuku untuk bersandarnya

Dia menangis menjadi jadi

.

Ibu...Kusebut namanya

Si wanita tangguh yang suka menyendiri

Yang terluka karena kehilangan

Mengusap airmatanya, lalu bangkit berdiri

.

Ibu...Aku tahu engkau berpura pura

Mencoba tetap kuat meski tersakiti

Ibu..Terimakasih untuk segalanya

Dari aku si anak laki - laki

-Kidung-

Begitu kira - kira yang anak ku tulis saat ujian praktek bahasa Indonesia nya. Dia menulis puisi tentang sudut pandang nya terhadapku. Aku tersenyum, dia bertanya, Ibu suka puisi aku? Aku jawab Iya..Ibu suka. Dia pun kembali membaca lantang puisi nya di depan ku. Puisi yang sama, yang membuat aku merasa tidak merasa sendiri. Semenjak kepergian Ibu, aku masih menata hati, mencoba ikhlas menerima kenyataan. Aku tak ingin bercerita banyak mengenai kehilangan ku, itu sudah membuat ku cukup sakit. Aku hanya ingin bercerita betapa hebatnya anakku. Karena ini perjalanan kami, Kidung's Journey.