Beberapa hari ini saya sudah mendekam di rumah dikarenakan dokter menyarankan saya untuk tidak ke tempat kerja dulu. Ada satu hari di mana badan terasa sangat nyeri seperti ditusuk-tusuk ngilu sehingga tidur pun terbangun beberapa kali. Sempat terbesit di pikiran kalau nanti ketika menghadapi sakaratul maut harus menderita sakit yang luar biasa, lebih baik saya memilih diberi umur pendek namun kematian yang damai dan singkat tanpa sakit. Tapi tentunya ini hanya pikiran sekelebat karena ketika berpikiran seperti ini saya jadi teringat potongan puisi dari Dylan Thomas:
Do not go gentle into that good night.
Rage, rage against the dying of the light.
Puisi yang ditulis ketika ayah dari sang penulis sedang terbaring dan berjuang melawan kematian. Sang penulis seolah-olah menyemangati: "jangan begitu mudah menyerah ke dalam malam panjang itu. Lawan, lawanlah cahaya yang mulai meredup." Puisi yang juga pernah dibacakan Michael Caine di film Interstellar. Kita sering sekali berpikir kalau memang ada kehidupan yang lebih indah setelah ini, kenapa tidak secepatnya saja Tuhan mengajak kita sekarang. Lalu lupa bahwa untuk mendapatkan kehidupan yang indah itu kita harus menjalani kehidupan yang baik dulu dengan orang sekitar terutama orang-orang tercinta. Mereka lah yang bisa menjadi alasan utama kita untuk terus berjuang melawan cahaya yang mulai meredup ketika sedang sakit.
Pernah juga saya mendengar dalam ajaran Islam, ketika kita sakit ada kemungkinan sakitnya ini adalah penggugur dosa layaknya pohon yang sedang digoyang-goyang lalu daun-daun keringnya terjatuh. Namun memang tidak menutup kemungkinan juga sakit ini adalah teguran dari Tuhan atas kesalahan kita, ditegur secepatnya tentu karena rasa sayang Tuhan yang tidak mau kita terlupa dan terjeblos terlalu lama dalam kesalahan. Kedua kemungkinan ini sama-sama memperlihatkan betapa sayangnya Tuhan dengan kita. Sehingga tidak ada alasan untuk tidak berjuang melawan penyakit yang sedang kita derita.
Untuk siapapun yang sedang berjuang melawan suatu penyakit, baik yang ringan, berat, sudah lama menjangkit, ataupun yang terkadang hilang dan muncul.... Mari berjuang.