Tenang... biar tidak dikira clickbait, yang rebutan warisan di sini bukanlah saya, tapi seorang karakter dalam sebuah film yang sinopsisnya akan saya coba tuliskan dalam bahasa Inggris sekaligus untuk menyelesaikan tugas ospek guru bahasa Inggris Kabupaten Bandung. Berikut sinopsisnya (saya tidak di-endorse ya, tapi kalau mereka mau bayar, saya siap-siap aja sih hehe):
Hello, my name is Maulana Restanto, I am from SMPN 4 Cimenyan. I want to tell you about a movie that I recently watched, and it is one of my favorite movies. The title of the movie is "How to Get Millions Before Grandma Dies".
This movie was released in 2024 and is a Thai comedy-drama movie. The story of this movie is mostly about M, a teenager who volunteers to take care of his terminally ill grandmother after he is inspired by his friend who gets a lot of family inheritance after taking care of her grandfather. In Thailand, most family inheritances are decided by the person who is about to die, so that's why M wants to convince his grandmother that he is the one who deserves the most inheritance.
This movie features other characters, namely: the grandmother's two sons and one daughter. Because all of the grandmother's sons and daughters are busy, M as a grandson gets the chance to take care of her. The ending of this movie is one of the best scenes because we will be surprised to find out who will get the family inheritance and also who Grandma likes the most in the family. I won't spoil it, so you better watch it yourself.
Saya memilih membahas film ini karena temanya sangat menarik untuk dibahas tapi sama sekali tidak menarik untuk terjadi di kehidupan kita. Bahkan dalam agama yang saya anut, urusan warisan ini dibahas lebih panjang di kitab suci Islam daripada ritual peribadatan Islam lainnya. Ya, mungkin kejadian percecokan bahkan bunuh-bunuhan karena warisan ini sudah diprediksi akan lebih banyak terjadi daripada percecokan karena perbedaan ritual ibadah.
Untuk skala rumah tangga saja seringkali perihal warisan ini harus melibatkan ahli hukum dan pengacara. Urusan warisan bangsa sepertinya harus juga melibatkan banyak pihak, bahkan akan menguras banyak waktu dan enerji untuk mendiskusikan jalan tengahnya.
Indonesia sudah terbukti punya warisan bangsa yang melimpah baik dalam bentuk budaya maupun kekayaan alam. Jika tidak didiskusikan dengan baik-baik, maka hanya akan mengakibatkan satu pihak yang merasa punya bagian sebagai pewaris merasa lebih superior dari pihak lainnya, sehingga warisan bangsa ini tidak menjadi berkah untuk semua kalangan. Sebaliknya, warisan bangsa ini malah dijadikan alat untuk menindas mereka yang dianggap tidak berhak mendapatkan jatah warisannya.