AES 053 Pungli
maulrest
Friday April 10 2026, 8:48 AM
AES 053 Pungli

Judul tulisan ini merupakan kata yang sebetulnya sangat negatif, namun menjadi lumrah di negara kita, khususnya di kalangan yang bekerja di pemerintahan. Bahkan ada sebutan bahwa pungli ini adalah budaya Timur. Saya pun belum menindaklanjuti sebutan ini dengan riset yang lebih dalam. Apakah betul pungli ini memang sejak dahulu kala dilakukan di belahan Timur dunia, atau ternyata hanya terjadi di negara kita saja, tapi orang-orang mencari pembenaran dengan menyeret bahwa negara-negara tetangga di sekitar Timur dunia melakukan hal yang sama?

Yang punya kewenangan bukannya tanpa usaha. Saya sering melihat surat edaran yang tidak memperbolehkan pungli baik terhadap masyarakat maupun pegawai pemerintahan. Piciknya, oknum-oknum dari Indonesia ini mencari celah dengan menggunakan agama. Mereka mengganti uang pungli ini dengan sebutan sedekah. Padahal agama mayoritas yang mereka anut sudah sangat tegas menyebut bahwa pungli ini sangatlah dimurkai.

Dalam ajaran Islam ada hadis tentang pungli yang bisa masuk ke dalam kategori risywah (suap). "Rasulullah ﷺ melaknat pemberi suap, penerima suap, dan perantara keduanya." (HR. Ahmad).

Saya sebagai korban yang rutin tiap bulannya ditarik beberapa pungli yang berbeda pun sempat gundah gulana mendengar hadis ini, karena ternyata korban pun termasuk ke dalam kategori yang dilaknat. Ada pendakwah yang cukup puritan mengatakan sebaiknya mereka yang bekerja dalam lingkungan yang dekat dengan hal-hal negatif ini langsung saja resign.

Namun, ada satu hadis yang akhirnya bisa menjadi jalan tengah untuk permasalahan para korban pungli ini. "Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaknya dia ubah dengan tangannya (kekuasaannya). Kalau dia tidak mampu, hendaknya dia ubah dengan lisannya, dan kalau dia tidak mampu, hendaknya dia ingkari dengan hatinya dan inilah selemah-lemahnya iman.” (HR Muslim)

Jelas, posisi saya di sini tidak bisa diubah dengan tangan karena tidak punya kuasa, bahkan dengan lisan karena bisa menghambat pencairan tunjangan saya oleh oknum penarik pungli ini. Maka saya hanya bisa mengingkari dengan hati dengan cara jangan pernah ikhlas ketika memberikan pungli ini dan usahakan jangan menormalisasi pungli ini dengan sebutan uang sedekah. Maka saya dan rekan guru sekarang rutin bilang "mangga ini iuran uang punglinya".

Dari hadis di atas sudah jelas bahwa cara paling efektif untuk menghapus pungli ini adalah melalui kewenangan yang dimiliki pemimpinnya. Jika ia punya political will, maka bukan hal yang sulit untuk membumi hanguskan pungli yang dilakukan oknum-oknum baik individu maupun organisasi masyarakat sampai ke level akar rumput.

Teringat ada pepatah Tiongkok "鱼烂从头起" (ikan busuk mulai dari kepalanya) yang lalu dikutip oleh pemimpin negara ini. 
 

You May Also Like