Ramai! Itu kesan pertama saat siang tadi aku memasuki ruang zoom PoT semester ini dengan topik 'Literasi Diri' yang dibawakan oleh Dr. Fitri Ariyanti Abidin, M.Psi., Psikolog. Sekitar 180 orang peserta berada di ruang temu virtual itu, terdiri dari para orang tua dan kakak Smipa.
Topik ini memang tidak jauh dari keseharian Smipa, membaca dan menulis. Menjadi menarik, karena yang dibahas bukan cara menulis, melainkan lebih pada tujuan menulis itu sendiri. Menulis bisa menjadi sarana meluapkan perasaan yang terpendam, menulis bisa membantu kita melakukan refleksi diri, dan yang terpenting kita bisa mengenali diri kita lebih baik melalui tulisan kita, karena: 'you are what you write'.
Dari pertanyaan yang diajukan Ibu Fitri, ternyata cukup banyak peserta yang ingin mulai menulis namun belum bisa. Hambatan terbesar adalah 'waktu'. Selain itu, rasa malas, tidak ada ide, terlalu banyak ide, terlalu banyak berpikir, juga menjadi hambatan lainnya. Aku sendiri memberikan jawaban 'ngantuk' atas pertanyaan itu. 😂 Ya bagaimana tidak, waktu ideal untuk menulis bagiku adalah malam hari, saat seisi rumah sudah terlelap, setelah semua pekerjaan domestik selesai. Rupanya alasan itu pula yang membuatku sulit menulis dengan konsisten, karena aku tentu memilih tidur daripada menulis jika sudah mengantuk. 😊
Ibu Fitri juga memberikan beberapa tips untuk menulis. Pertama, kita harus mengetahui tujuan kita menulis. Kedua, temukan media yang sesuai untuk menuangkan tulisan. Ketiga, tuliskan saja, jangan banyak berpikir benar/salah dan tentang pendapat orang lain. Keempat, mulai dengan topik yang kita kuasai. Dan yang terakhir, temukan gaya penulisan kita.
Semoga coretan singkat ini bisa menjadi pelecut bagi diri sendiri untuk lebih konsisten menulis. Setidaknya, aku sudah menemukan tujuan menulis esai ini: supaya apa yang dibagikan Ibu Fitri pada PoT hari ini tidak menguap begitu saja. Semoga saat aku lupa, aku bisa membaca-baca lagi tulisan ini. 😊