Kanagwi Inzaghi si kucing bertelinga satu, atau biasa dipanggil Inzaghi. Kana dan gwi memiliki arti telinga, gwi dari bahasa Korea dan untuk Kana sendiri aku lupa dari bahasa apa. Karena pada saat menentukan namanya, aku dan keluargaku hanya iseng mencari kata telinga di berbagai bahasa. Sedangkan Inzaghi sendiri adalah nama burung merpati di salah satu drama korea yang aku dan keluargaku tonton. Akhirnya jadilah namanya Kanagwi Inzaghi (biasa kami terjemahkan sebagai telinga-telinga burung merpati).
Sebenarnya Inzaghi lahir dengan dua telinga. Hanya saja terjadi insiden ketika dia masih kecil. Kami mengadopsi kucing ini dari teman keluargaku. Kucingnya melahirkan 5 anak kucing dan tidak sanggup menampung sebanyak itu. Suatu hari saat belum kami ambil, Inzaghi sedang di dalam kandang dan akan diambil. Entah apa yang terjadi ternyata telinganya robek. Setelah beberapa lama, akhirnya telinganya itu kering dan lepas. Untungnya, kata dokter tidak ada perlakuan khusus yang perlu kita lakukan pada Inzaghi karena hanya memiliki satu telinga.
Inzaghi sudah tinggal di rumahku seminggu setelah kepergian Charles atau sekitar sebulan yang lalu. Kami sudah berencana mengadopsinya mungkin sebulan sebelum kepergian Charles. Kami tidak pernah ingin menggantikan Charles tapi kepergiannya seakan-akan hukum tak tertulis mengenai 4 kucing memang ada (penjelasan ada di Kucing (1)). Apalagi dengan adanya beberapa kebetulan. Yaitu Charles yang kehilangan mata kanannya dan Inzaghi yang kehilangan telinga kanannya juga. Sebelum kami adopsi pun Inzaghi dipakaikan kalung oleh teman keluargaku, dan kalung itu sama seperti kalung Charles, berwarna hijau.
Walaupun baru sebulan, banyak sekali hal lucu yang terjadi dan kami temukan dari Inzaghi. Biasanya setelah selesai bermain, kita hanya perlu menjepitnya diantara dua bantal dan tidak berapa lama Inzaghi akan tertidur. Kerjaannya pun hanya makan, main, tidur, buang air besar, dan terus seperti itu. Tidak heran dia menjadi yang paling berat diantara saudara-saudaranya yang lain.
Hal terlucu yang terjadi adalah ketika dia baru beberapa lama diperbolehkan keluar rumah. Dia sangat bersemangat lari ke sana ke sini, beberapa kali aku bilang padanya untuk berhati-hati (katanya kucing bisa paham omongan kita tapi belum tentu mau melakukannya). Tidak berapa lama kemudian, dia berlari ke dalam rumah sambil menggosok-gosok pipinya. Setelah sudah bersantai di rumah, kami baru sadar ternyata pipinya disengat dan jadi tembem sebelah. Kasian sih tapi lucu juga sebenarnya, untungnya dia tidak trauma dan akhirnya tetap senang main di luar.
*Foto diatas adalah foto yang diambil setelah ia disengat