Apa kalian setuju ada sosok anak kecil di dalam diri kita walaupun kita sudah dewasa? Anak kecil yang selalu merayakan hal-hal kecil dan excited untuk hal apapun. Tapi seiring berjalannya waktu ketika umur kita terus bertambah hal-hal kecil itu tidak lagi terasa istimewa. Kenapa ya.. Apa kita terlalu dewasa apa dewasa selalu se kaku itu? Mengapa kita tidak mencoba untuk terus memeluk sosok anak kecil di dalam diri kita. Toh, anak kecil itu masih tetap diri kita sendiri. Mengapa saat dewasa kita dituntut untuk selalu kuat. Sekitar 2 tahun lalu saya mendengarkan lagu berjudul Kidult yang di nyanyikan oleh boyband group asal korea yaitu Seventeen. Lagu ini mempunyai makna yang dalam bagi saya. Kidult untuk mereka yang harus menjadi dewasa sedikit lebih awal dari yang mereka harapkan. Ada penggalan liriknya yang sudah diterjemahkan kurang lebih seperti ini,
Tidak apa, ini duniamu
Seperti kamu yang sekarang
Kamu berharga, sangat berharga
Tetaplah disini bersamaku
Dengan sisi dewasa kita
Kita tetap akan hidup seperti anak-anak
Kita sangat mirip, ayo tetap bersama
Tetaplah menjadi dirimu sendiri
Yang seperti anak kecil
Setelah membaca lirik dan mendengarkan lagunya berulang-ulang. Disitu saya mulai berfikir kenapa tidak memberikan ruang untuk inner child kita, mengekspresikan dan memvalidasi apa yang di rasakan. Dan ternyata ga apa-apa kok mau menangis seperti anak kecil ataupun tertawa layaknya orang dewasa asalkan jangan ketawa karir aja ya hehehe. Menjadi dewasa tidak harus menghapus inner child dalam diri kita, N amun kita harus bisa menerima dan memenuhi innerchild kita agar memberikan perubahan yang lebih baik pada diri kita.