AES 1488 Reconnecting
joefelus
Sunday October 19 2025, 3:07 PM
AES 1488 Reconnecting

Saya pernah menghabiskan banyak waktu di rumah sakit bahkan di ICU ketika menunggui Nina yang sedang berjuang untuk dapat kembali dari dimensi lain ke dunia ini. Memang pada saat itu saya tidak tahu apa-apa, dokter maupun suster tidak pernah memberitahu saya betapa kritisnya keadaan saat itu. Saya sungguh berterima kasih atas tindakan mereka itu, mungkin memang semesta sudah sangat mengenal saya sehingga berusaha menunda agar saya baru mengetahui ketika semuanya sudah lewat.

Eniwei, alasan mengapa saya mengungkit-ungkit peristiwa itu, karena pagi ini saya mendapat berita baik. Ya, berita baik karena saya saat ini membutuhkan itu. Terlepas dari carut-marut keadaan sekarang, berita baik seperti setetes hujan di musim kemarau. Bau tanah yang terkena air hujan seperti mengingatkan bahwa dunia itu tidak selalu gersang, bahwa harapan selalu ada selama kita terus mempercayainya.

Teman baik saya sedang berjuang sejak 12 hari yang lalu karena terjatuh lalu mengalami cidera otak sehingga harus melalui prosedur operasi yang sangat rumit dan berbahaya. Selama 12 hari saya setiap hari memantau perkembangan sahabat ini yang rajin disampaikan oleh istrinya, seorang kurator dan penulis yang luar biasa.

For 3 days now I have stopped focusing on loss—his, yours, and mine—to celebrate minute gains. I even looked at the news just now and saw many of you on the streets exercising your rights. It made me happy instead of mad at the world for blithely going on while Dave is struggling to reconnect to the world.

Itu sekelumit ceritanya hari ini. Saya dapat menyaksikan perjuangannya dalam menghadapi situasi kritis yang sedang dialami suaminya yang terbujur di pembaringan ICU. Dari mulai kesedihan, keputusasaan, kekhawatiran dan lain sebagainya. Beberapa hari terakhir Ruth, sahabat saya ini, berkisah bahwa sudah ada tanda-tanda positif seperti pergerakan jari kaki dan tangan, mata yang sedikit demi sedikit mulai terbuka walau belum benar-benar mampu melihat dan lain sebagainya. Kondisi ini memberikan secercah harapan, bukan hanya untuk dia tapi juga ratusan teman-teman yang bersama-sama setiap hari, yang jauh dan yang berdekatan, rajin berdoa, menghibur dan memohon kesembuhan untuk Dave.

As for what is going on inside our bubble within the ICU bubble, not only did I get small smiles when I arrived this morning, he also squeezed my hand for the first time! Oh, my heart! The nurse said he gave her and the doctor a thumbs up earlier. He conks out for hours after trying to interact because relearning how to blink, move your eyes, move your limbs, and make facial expressions is incredibly hard work when you are trapped in an inert body controlled by a brain trying to knit its hemispheres back together. Right now he is listening to classical music with his eyes wide open. I see some toe movement, as if he is trying to keep time. When I asked if the music was ok, he nodded. And when I asked if it was Chooin he smiled and nodded. Small impovements, all of these, but incredible after a week of being completely unresponsive.

Today he graduates out of ICU to another floor in this hospital while we wait for Monday to see what will happen with insurance and rehab. I’m visualizing excellent in-patient rehab close to home. The case workers, more unsung heroes, have a possibility in sight and are trying to make it happen.

Just as I was getting ready to post, he turned his head and eyes toward me. And he laughed at something the nurse and I said! Major triumphs!

Pagi-pagi sekali saya membaca cerita Ruth di atas tentang kondisi suaminya, Dave. Tanpa sadar saya mulai menyusut air mata yang mengalir tanpa dapat saya tahan. Ada sebuah dorongan perasaan bahagia yang menghangatkan rongga dada saya. Sudah belasan tahun saya tidak berjumpa mereka, setiap kali saya berada di tempat yang sangat dekat dengan tempat tinggal mereka, ternyata mereka berada di negara lain. Keluarga Dave memang tinggal di Hongkong dan Ruth selama beberapa tahun terakhir membangun rumah di sebuah pulau di kawasan Pacific North West, dekat kota Seattle. Sebuah tempat idaman saya. Mudah-mudahan suatu waktu nanti dapat mengunjungi Mereka.

Yang menjadi pokok permenungan saya adalah kalimat Dave is struggling to reconnect to the world. Ini adalah kalimat yang sangat dalam pengertiannya. Mengingatkan saya kembali bahwa banyak diantara kita yang secara fisik hidup dan tinggal di dunia ini tapi ter-disconnected. Bayangkan perjuangan Dave yang berusaha untuk kembali melekatkan diri dengan dunia sementara banyak diantara kita yang tidak terlalu peduli dengan kehidupan ini dan begitu jauh tersesat dan tidak lagi membumi. Lihat perserteruan yang sedang terjadi di mana-mana, perhatikan demo jutaan masyarakat yang sekarang terjadi di Amerika. Begitu ironis, begitu membuat hati miris. Tapi memang itulah kehidupan. Apapun itu kita harus bisa menerimanya dan mengambil makna yang mudah-mudahan mampu memperkaya keberadaan kita di dunia ini.

Disclaimer: Sebagian tulisan ini saya kutip tanpa ijin yang bersangkutan. Nama mereka saya samarkan, tujuan utama adalah berbagi perasaan bahagia dan sekaligus juga berbagi pelajaran yang berharga dalam mengapresiasi kehidupan.

Foto credit: prallagon.com

You May Also Like