AES40 Ruang Sunyi
wulan bubuy
Saturday March 26 2022, 9:31 PM
AES40 Ruang Sunyi

Kemarin aku mendengarkan video pengantar FBO bertepatan dengan aku menemukan secarik kalimat "Silence isn't empty, it's full of answers" berilustrasikan seseorang yang sedang menikmati sepi beratapkan langit. Perasaan tenang terlintas dalam benakku saat melihatnya. Tak dipungkiri saat terbangun di sepertiga malam pun kurasakan hal yang sama, ketenangan diantara sunyi hingga aku dapat berbincang lebih intim dengan diriku sendiri. 

Pernah di satu ketika terpikir tentang respon semesta itu amat terikat dengan respon diri terhadap situasi yang sedang terjadi. Harap dan do'a inilah perantaranya. Namun ada hal lain yang baru kusadari adalah saat datang pikiran negatif, semakin besar upaya menyingkirkan itu, semakin kuat alirnya datang hingga badai pikiran mengacau segalanya. Merasa dan memikirkan memang tak pernah lepas satu sama lain, saling terkait, saling terpaut. Tak heran jika rasa yang sedang menguasai diri akan menjadi sulit untuk memikirkan jalan keluar terbaik. Maka, anjurannya tentu tenangkan dulu rasa agar ruang pikir lebih leluasa mengolah informasi. 

Akan tetapi jika pikiran negatif itu belum bisa ditenangkan harus bagaimana? Pendapat lain mengatakan untuk membiarkannya sementara waktu, seolah kita memberi kesempatan pikiran-pikiran itu memadati hati, mendominasi pikiran. Kita memang tak bisa sepenuhnya memegang kendali, tak apa sebab dalam proses tak jarang luka hadir untuk membuat manusia bisa mengeluarkan sisi terbaik dirinya. Aku percaya riuh itu akan tenang kemudian setelah diri dapat menerima. Sejauh itu pula perjalanan melepas tak pernah usai. Mengajak si aku untuk lebih mengenal sisi diri paling terdalam, paling tersembunyi. Semesta kecil yang jika saja kita mau mengenalnya akan memberi terangnya pada sesama.

Menciptakan sunyi dalam keramaian atau merasakan ramai di dalam sunyi mungkin tak semudah penulisannya. Keruh, ada karena kita semakin ingin mempertahankan apa yang berbeda dari kehendak-Nya. Sulitnya membeda terkadang membuat diri ingin terus ditemani kemanapun melangkah, bersama apapun. Lupa pada pesan yang disampaikan nurani, abai. Lalu sampailah kita pada pengalaman kecewa. konon, katanya hanya dengan menyelaraskan diri terhadap apa yang terjadi diluar merupakan kendali yang paling mungkin dilakukan. Berjalan beriringan, mengalun dan mengalir bersama, bermuara pada tujuan paling utama; sebuah ketenangan jiwa. Tanpa keraguan. Tanpa rasa takut. 

Sunyi bagiku adalah kesempatan untuk kembali bertegur sapa dengan diri sendiri. 

curiolava
@mamakuri   4 years ago
loveeeeeee ❤️❤️❤️❤️❤️
wulan bubuy
@wulan-bubuy   4 years ago
Terima kasih MamaKuri
You May Also Like