AES02 Pertama
melissatuanakotta
Tuesday July 27 2021, 9:45 AM
AES02 Pertama

“Selalu ada waktu untuk yang pertama,” kata salah seorang teman, ketika saya bilang saya tidak suka pergi ke bengkel. Kata-katanya ini cukup bermakna sehingga masuk ke dalam memori jangka panjang. Setiap saya merasa tidak bisa, atau ragu untuk melakukan sesuatu, saya selalu mengucap “mantra” tersebut.

Setelah menutup karir sebagai seorang jurnalis, saya memantapkan diri untuk menjadi seorang pendidik. Salah satu teman merekomendasikan saya untuk mengajar di Semi Palar. Saat itu saya memantapkan diri untuk menjadi pendidik di jenjang usia dini. Akan tetapi, nasib berkata lain. Dari hasil sudoku, saya malah ditempatkan di jenjang menengah atas, alias SMA. Kalau di Semi Palar, Kelompok Petualang Belajar.

Ini jauh dari ekspektasi saya. Alih-alih bertemu dengan anak kecil yang menggemaskan, saya malah bertemu dengan anak remaja. Saya belum pernah sama sekali bersinggungan dengan anak remaja. Saya pun kembali mengucap mantra, “selalu ada waktu untuk yang pertama.” Saya saat itu berasumsi, mungkin mengajar remaja akan  jauh lebih mudah, karena perkembangan kognitif mereka sudah cukup baik.

Saat menjalankannya, ternyata saya terjebak oleh asumsi saya sendiri. Mengajar remaja tidak semudah yang dibayangkan. Saya tidak bisa menyamakan cara mengajar anak remaja dengan pengalaman saya saat mengajar anak di jenjang usia dini atau jenjang sekolah dasar. Saya juga tidak bisa menyamakan cara mengajar saya di pelosok dengan di kota besar. Banyak faktor lain yang harus saya perhatikan, dari mulai mood, karakter, pola pikir, sudut pandang, pergaulan, latar belakang, kapasitas, peran, dan masih banyak lagi.

Semester pertama saya mengajar penuh dengan konflik. Baik antara saya dengan anak, anak dengan murid, anak dengan orangtua. Cukup membuat saya harus pergi ke tukang pijat karena sakit kepala memikirkan apa yang sedang saya hadapi. Saya pun sering membuka ruang-ruang diskusi dengan berbagai macam pihak, untuk membicarakan bagaimana cara menghadapi remaja. Selain itu saya juga rutin membaca artikel dan jurnal ilmiah sebagai panduan untuk saya mengajar.

Hingga pada akhirnya, setelah satu semester berlalu, saya pun mulai menemukan formula yang tepat. Saya juga mulai mengetahui bagaimana harus bersikap. Semester pertama saya di Semi Palar cukup memberikan pengalaman pertama yang cukup menguatkan saya agar bisa bertahan dan belajar lebih banyak lagi terkait remaja. Satu petualangan baru yang akan menambah referensi saya dalam kehidupan.

Saya akan coba bagikan pengalaman saya menghadapi remaja di rangkaian atomic essay ini..

finsjournal
@finsjournal   4 years ago
Welcome Kak Mel... Saya akan sangat bersemangat membaca tulisan dan cerita yang dibagikan Kak Mel... Will waitin' for the next! \(^.^)/
You May Also Like