AES 1364 Buah-Buahan
joefelus
Monday March 17 2025, 1:34 PM
AES 1364 Buah-Buahan

Mudah ditebak bahwa yang membuat saya "betah" ketika kembali ke Bandung adalah makanannya. Walau saya cukup berhati-hati dalam memilih makanan yang sudah lama saya dambakan (hahaha), yaitu memilih yang panas dan baru dimasak, karena begitu banyak ragamnya, maka saya tidak pernah kehabisan ide. Sekarang saya sudah mulai berani makanan yang cenderung lebih dingin dan di suhu ruang. Nah disamping makanan dan jajanan, yang saya juga senang buah-buahan.

Banyak sekali buah-buahan yang selama 8 tahun tidak saya jumpai. Misalnya duku, salak, maupun jenis-jenis pisang yang bukan cavendis dan mangga! Hampir semua buah-buahan yang saya jumpai di negara 4 musim bisa saya temukan di sini, kecuali nectarine dan fresh cherries. Mungkin ada di toko-toko buah-buahan import, tapi belum sempat saya jelajahi karena ini bukan "kebutuhan" utama, saya masih bisa hidup senang dan bahagia tanpa buah-buahan ini sebab banyak sekali pilihan buah yang sudah lama tidak saya nikmati.

Contoh yang paling sederhana, pisang. Tidak banyak jenis pisang yang bisa saya jumpai di Colorado. Paling yang mudah sejenis cavendis dan yang mirip-mirip dengan pisang mas. Sisanya seperti ambon lumut, raja sereh, raja bulu, pisang nangka, pisang tanduk, hingga pisang kepok tidak pernah bisa saya jumpai di sana. Selama sekian bulan di bandung saya sudah makan mungkin lebih dari 40 pisang tanduk! Bukan dua puluh potong kecil tapi 40 pisang! Saya punya bapak-bapak penjual pisang tanduk yang mengerti keinginan saya. Pisang tanduk harus mengkal dan belum masak betul sebab ketika dikukus saya lebih menyukai yang masih agak keras, jika sudah terlalu matang sesudah dikukus jadi lembek dan saya tidak suka. Pagi ini sesudah hunting tanaman hias, saya melihat ada warung buah-buahan yang menjual pisang raja bulu. Saya langsung beli 2 sikat dan sebagian sudah saya makan ketika tiba di rumah. Pisang raja bulu merupakan salah satu pisang kegemaran saya. Bisa dimakan begitu saja, bisa dibuat kue, atau bisa digoreng lalu dipipihkan dan di beri gula bubuk. Ini sangat nikmat.

Mangga di tanah air sangat beragam. Entah sudah berapa jenis mangga yang sudah saya nikmati ketika kemarin sedang musim. Harumanis, simanalagi, gedong gincu, cengkir, bahkan entah apa namanya buah raksasa yang sepertinya merupakan hybrid antara harumanis dan golek. Besarnya membuat saya malu karena walaupun beratnya lebih dari 1,5 kg sebutir, saya bisa tetap habiskan. Yang keren lagi, buah raksasa ini bijinya sangat tipis seperti mangga golek. Itu mangga di tanah air. Sangat luar biasa.

Sawo dan salak juga merupakan buah kesukaan saya. Sawo masih kadang-kadang saya jumpai di Amerika, tapi rasanya tetap jauh lebih enak di tanah air. Kalau salak, jelas tidak pernah saya jumpai, kecuali jika sudah tidak tahan ingin menikmati, ada seorang Indonesia yang memiliki bisnis mendatangkan barang apapun dari tanah air. Dia berhasil mendatangkan duku dan salak tapi jangan ditanya harganya. Dia punya julukan untuk konsumennya: "Orang Indonesia tajir melintir". Dia memakai julukan ini sebab berapapun harga yang dia jual, pasti ludes karena peminatnya tidak pernah habis. Dan masyarakat Indonesia di sana sepertinya sudah tidak peduli harga ketika melihat buah-buahan yang mereka idam-idamkan.

Kenapa durian tidak disebut? Sebab sangat mudah mendapatkan durian di sana. Mau durian utuh (previously frozen, tentunya) ada tersedia, jika tidak mau repot dan membeli yang sudah dikemas juga mudah, pilih saja mau jenis apa, mudah didapat sperti monthong, musang king maupun black thorn bisa diperoleh. Saya bukan penggemar durian sehingga saya tidak berminat membahas.

Kita harus merasa beruntung dan bersyukur memiliki ini semua. Banyak teman-teman saya di sana yang tidak tahu apakah itu lengkeng atau rambutan dan mereka pikir mangga ya begitu-begitu saja seperti varian yang biasa mereka peroleh yang didatangkan dari Mexico. Padahal kalau mereka tahu betapa kayanya Indonesia dalam persediaan buah-buahan, pasti mereka akan sangat iri. Mangkanya waktu saya membuat es campur dengan kelapa muda, nangka dan kolang kaling mereka terkagum-kagum bahkan ada yang bersedia mengemudi dari jauh hanya untuk menikmati es campur dengan buah-buahan yang menurut mereka unik.

Foto credit: Kompas.com

You May Also Like