Selamat pagi! Hari ini kami akan pergi ke Desa Tenateke, yang jaraknya cukup jauh sekitar 30km dari LC, dan jumlah anak yang biasa datang ke kegiatan sekitar 50 - 100 anak. Rutin pagi dilakukan seperti biasa dengan buka kelas tapi hari ini kami memutuskan untuk memasak nasi goreng untuk sarapan. Walaupun hanya kebagian sedikit setiap orang, tapi sangat nikmat. Setelah selesai sarapan, kami ada sesi breifing singkat untuk perjalanan ke desa nanti games apa saja yang kira-kira bisa kami mainkan bersama dengan anak-anak, bagaimana teknis untuk permbagian kelompok, dll. Selesai briefing, saat kami sedang mengobrol bersama, mereka ingin pergi ke kantin kampus untuk membeli lauk makan. Dan kami ditawari untuk ikut bersama sekalian membeli makan untuk siang nanti. Maka Ezar dan Yanuar pun pergi bersama kakak-kakak. Karena kantin tidak jauh, tidak lama kemudian mereka sudah kembali sambil membahas tentang bahasa daerah di Sumba. Mulai lah percakapan dengan kakak-kakak tentang bahasa Sumba. Semua kakak-kakak LC ikut bergabung untuk mengobrol bersama dan mengajarkan bahasa Sumba. Sungguh sulit bahasanya, namun sedikit sedikit pasti bisa. Selain dari itu juga, kakak-kakak bercerita tentang banyak hal di Sumba, seperti turis yang datang kesini, area wisata, sejarah, kondisi sekarang, dan masih banyak lagi.
Tanpa terasa ternyata sudah waktu makan siang. Kami pun langsung menuju ke cabin untuk makan siang. Setelah makan siang kami beristirahat sebentar lalu bersiap untuk pergi ke desa Tenateke. Perjalanan ke desa cukup lama, dan ternyata desa ini terletak diatas gunung. Jadi hawa berganti ke dingin seperti di Lembang. Juga, di daerah ini ternyata cukup sering hujan sehingga kegiatan bersama dengan anak-anak suka berpindah-pindah. Kegiatan biasa dilakukan di depan polsek jika tidak hujan dan dilakukan di aula kantor desa jika sedang hujan. Saat kami sampai ke kantor desa, sudah ada banyak anak-anak yang menunggu di depan. Tapi, ternyata kegiatan hari akan dilakukan didepan polsek, bukan di aula kantor desa. Anak-anak pun disuruh kak Yustin untuk berpindah ke depan polsek. Sesampainya di polsek, sudah ada juga anak-anak yang di sana. Kami pun turun dan bersiap untuk melakukan kegiatan. Ada sedikit pembukaan kegiatan dengan doa bersama, yel-yel juga bernanyi disertai juga dengan berkenalan dengan kami.
Setelah selesai pembukaan, kak Yustim memanggil nama anak satu per satu untuk dibagikan ID card. Lalu mereka pun membaca buk yang sudah di bawa. Saat sedang membaca buku, saya memperkenalkan diri ke salah satu anak yang namanya Dimas. Dia sedang membaca sebuah buku dengan temannya. Saya pun ikut mengajak mereka untuk membaca buku bersama. Selesai membaca beberapa buku bersama, mulai ada kerumunan kecil disekeliling saya. Lalu ada satu anak yang datang untuk menanyakan saya tentang bahasa daerah mereka apakah saya tau bahasa daerahnya tidak. Saya pun teringat kembali beberapa kata yang diajarkan oleh kakak-kakak LC, seperti makan, minum, dll. Anak-anak mengajarkan banyak sekali kata-kata dan saya hampir tidak mengingat satu kata pun, karena hebohnya saat mengajarkan kata-kata itu. Sangat seru dan heboh. Selesai membaca buku bersama-sama, sekarang waktunya bermain! Jadi anak-anak dibagi dua kelompok, satu jenjang besar dan satu jenjang kecil. Saya dan Ezar memimpin jenjang besar untuk bermain di lapangan. Kami bermain benteng suit dan kendaraan, akan tetapi saya melihat bahwa kelihatannya games yang kami bawa kurang membuat anak-anak di jenjang besar bersemangat, mungkin bisa menjadi evaluasi untuk nanti. Untungnya, Kak Yumi juga ikut membantu memberi modifikasi ke game benteng suit.
Tak terasa, sudah waktunya pulang. Anak-anak pun dibariskan dan kami mengambil ID card untuk dikembalikan dan membagikan susu ke anak-anak. Selesai penutupan, kami pun kembali ke LC. Sambil perjalanan pulang juga, kami mampir ke minimarket untuk membeli berbagai kebutuhan kelompok. Lalu kami pun kembali ke LC. Sesampainya di LC kami pun memasak makan malam lalu beristirahat. Hari ini sebuah kemajuan.