Hari Senin, waktunya eceu main badminton. Tapi karena personel hari ini cuma berempat sajah dan yang satu baru pergi dari rumahnya yang di luar kota Bandung jadi kami memutuskan untuk main kuartet di GOR. Kalau ada orang lihat kita mungkin akan berkomentar, "Di GOR mah main badminton mereun bukan main kuartet!" atau "Lagi apa ih, ikutan lah!". Permainan dimulai dari ngemil kerupuk, basreng pedas, (yang ini sponsor by mba esih) sambil melihat kategori di permainan kuartet. Kali ini kuartetnya disponsori oleh bung mamat. Lanjut buat aturan main berdasarkan pengalaman yang entah kapan terakhir main kuartet. Padahal ada aturannya sih di kartunya, cuma rasanya gak seru aja kalau gak buat aturan sendiri teh ya 
Nah kalau menurut aku main kuartet itu kudu santai jangan baper. Kalau baper nanti kita bisa kesel kalau 3 kartu yang sudah kita kumpulkan raib diambil oleh sosok yang tidak tahu diri yang hanya punya 1 kartu ajah. Jeli lihat kartu yang orang lain miliki. Terakhir harus beruntung dengan sub kategori yang kita minta, kalau salah bisa-bisa lawan punya info kartu yang kita punya. Tapi ya balik lagi kalau mau dibikin santai mah, just enjoy the game ajah. Apalagi kalau mainnya ditemani es teh manis biar hidupnya makin manis.Β
Kalau main badminton mah kudu sehat udah pasti. Kalau sakit mah ya mending bobo aja di rumah. Sama juga jangan baper kalau pemain kita handal kaya opah Robert yang jagonya luar biasaa. Kita itu seperti kok yang dengan mudahnya ditepak ke sana dan ke sini olehnya. Kadang suka kesel sambil nyanyi "Ku tak sanggup!" (duh tahun berapa ini lagu..) tapi kalau kita bisa jeli kita bisa belajar banyak dari opah. Beruntungnya opah juga dengan senang hati mengajarkan kita cara main biar makin ahli. Yang paling aku suka kalau main badminton itu mengajarkan kita "hidup itu untuk dinikmati, menang kalah hanya presfektif" itu ungkapan patner saya kemarin sore jeng Yanti. Jadi ya kalau lawan kita tangguh dinikmati aja sambil ketawa dan bahagia atau tersenyum sinis jika bisa menang darinya. Kalau kalah ya anggaplah saya belum beruntung hari ini mari coba dengan patner lain atau di kesempatan lain. Kalau kalah terus-terusan tandanya anda harus berenti dan mungkin coba permainan lain seperti main kuartet, ular tangga, ludo, atau permainan lain, ingat jangan sedih, hidup itu untuk dinikmati 
Sekian pandangan mata dari saya yang biasa-biasa saja tentang dua permainan ini! Yang pernah main keduanya boleh dong berbagi cerita di kolom komentar di bawah ini ahay....
Salam nepak 
Mantap eceu! begitu baca "ku tak sanggup" auto nyanyi whahahaha
Haha salam nepak.. rajin uy eceu.. πβΊοΈ
Salam Olahraga!
Halo Fani, tulisan ini telah terpilih untuk dibukukan, mohon izin tulisan ini diterbitkan di buku 5 Atomic Essay Smipa Pecah Telor [AES001], semoga berkenan ya. Terima kasih. π
sebagai personil nepak, kangen banget ih ikutan lagiiii.