Memasak merupakan minatku sejak dulu. Kalau mami memasak dirumah, aku sering sekali minta ikut, dan kalau mau masak sesuatu juga, mami sering mengajakku untuk bergabung dan membantu. Hal itu membuatku jatuh cinta dengan makanan, makanan apapun. Kalau dipikir-pikir, tidak ada makanan yang tidak aku suka, rasanya aku suka semua makanan.
Terbiasa mengkonsumsi semua jenis makanan membuatku suka melakukan eksplorasi dengan makanan. Kalau ada bahan makanan nganggur, biasanya langsung aku olah jadi makanan lain. Aku sendiri juga sangat ingin mempelajari cara memasak makanan dari seluruh dunia, yang sempat aku coba di proyek minat kelas 11, dimana aku memaska makanan dari 5 benua dan mebuat fod photographynya, ditambah mempelajari sedikit mengenai ilmu ayurveda. Menurutku hal itu sangat menyenangkan, bahkan makanan yang proses memasaknya memakan waktu yang panjangpun akan tetap aku lakukan, karena kecintaanku dengan memasak.
Karena suka memasak itu juga membuat aku jadi suka makan pastinya. Makanan yang ada di rumah pasti tidak bertahan lama kalau ada aku, karena ada yang kurang rasanya kalau aku belum mencoba sebuah makanan yang sudah ada didepan mataku. Kalau makanan instanpun, biasanya aku yang akan mengajukan diri untuk memasaknya, untuk nanti dimakan bersama-sama dengan yang lain. Rasanya ada kepuasan tersendiri saat aku bisa memasak dan makan bersama. Makan bersama dengan keluarga atau dengan teman biasanya akan lebih menyenangkan karena jadi ada teman untuk emngobrol tidak hanya makan sendirian. Begitu sih kata orang-orang, biasanya makanan juga jadi terasa lebih enak saat dimakan terutama dengan keluarga atau teman.
Di masa pandemi seperti ini, aku juga suka sekali memasak, walaupun waktu yang aku punya tidak sebanyak saat sebelum pandemi dulu. Dulu, setiap minggu aku sepertinya bisa masak 3-5 kali, namun sekarang hanya bisa 1-2 kali saja, itupun sambil mengerjakan yang lain atau saat benar-benar memiliki waktu kosong.
Hobi memasakku ini, aku kembangkan menjadi sebuah bisnis makanan. Bisnis yang aku bangun dari tahun 2019 dan masih bertahan sampai saat ini. Sampai saat ini, bisnisku masih aku kelola secara mandiri, namun harapannya kedepan bisa lebih berkembang dan bisa dibantu oleh lebih banyak orang. Bisnis ini awalnya hanya iseng, namun terus aku kembangkan dengan berinovasi di menu dan design kemudian mencoba melakukan marketing secara online. Memang tidak mudah perjalanan bisnisku, ada saatnya dimana rasanya lelah ada juga semangatnya. Dan sampai saat ini aku rutin berjualan selama 2 minggu sekali dan sekarang sedang berkolaborasi dengan sebuah organisasi non profit, dimana nanti setiap porsi yang masuk ke Paon Tasha, akan kami sumbangkan sebanyak 5.000 kepada mereka yang membutuhkan. Cerita ini sudah pernah kau ceritakan sebelumnya, jadi bagi yang tertarik bisa banget untuk cek tulisan atomic essayku yang lain yaa..
Harapannya cerita ini, bisa memotivasi dan bermanfaat tidak hanya untuk menjadi catatan perjalananku tapi juga bagi temn-teman yang lain, utnuk mencoba mendalami apa yang ciminati untuk dikembangkanlai di masa mendatang.