AES#35 Diskriminasi Warga Papua
Natasha Setyamukti
Thursday August 5 2021, 9:47 AM
AES#35 Diskriminasi Warga Papua

Papua, seringkali masih dianggap rendah oleh orang-orang, bahkan oleh warga negara Indonesianya sendiri. Teknologi yang masih belum bisa diakses oleh warga di Papua, sampai masih banyaknya kekerasan dan diskriminasi. Walaupun lokasi Papua berada di pinggir, bukan berarti kita bisa meninggalkan dan mendiskriminasi mereka. Mereka masih bagian dari Indonesia yang wajib memiliki hak yang sama dengan kita, sebagai manusia dan warga negara. 

Dalam konteks HAM, ada empat aspek yang dapat disebut sebagai tindakan diskriminasi, yakni pengutamaan, pengecualian, pembedaan, dan pelarangan. Beberapa hal penting ini dinilai menjadi permasalahan mendasar akan terjadinya tindakan diskriminasi di Indonesia.

Masyarakat Papua menjadi korban rasisme dan diskriminasi di negaranya sendiri.Hingga saat ini pun, kejadian rasis dan diskriminatif kerap kali kita temukan. Baru-baru ini ada kejadian viral mengenai seorang warga Papua yang kepalanya diinjak sepatu yang dikenakan aparat dan wajahnya tertelungkup ke tanah. Selain itu ada juga ujaran rasis yang menimpa para mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur.

Rasis dan diskriminasi ini, juga seringkali ditemukan di film, tayangan televisi, dan buku sekolah yang merupakan instrumen penting dalam membangun kesadaran anak dan remaja. Hal itu seperti menegaskan bahwa masyarakat Papua adalah orang yang primitif, bodoh, dan miskin. 

Selektif saja tidak cukup untuk mengatasi permasalahan ini. Kita dituntut untuk bisa kritis dalam membaca berita dan menyebarkan informasi. Yuk kita belajar untuk lebih kritis dan tidak mendiskriminasi teman-teman kita dari Papua, karena kita punya hak yang sama dan keberagaman seharusnya membuat kita menjadi semakin kuat.