AES 160 Bitterness
joefelus
Saturday October 30 2021, 11:31 AM
AES 160 Bitterness

Tadi pagi ketika akan berganti pakaian untuk berenang, saya berjumpa dengan seorang bapak-bapak yang sudah sangat tua dan bungkuk. Saya melihat dia hampir setiap kali p[ergi berenang, bahkan beberapa tahun yang lalu kami bertukar pendapat ketika sama-sama berendam di spa air panas. Dulu dia masih kelihatan agak segar walau sudah mulai bungkuk, sekarang kemana mana membawa tongkat dan semakin terlihat lelah.

Seperti biasa saya menyapa, mengucapkan selamat pagi dan menanyakan kabarnya. Dia menjawab,"Still alive!" mendengar jawabannya saya menimpali," We have to be grateful that we're still alive." Nah jawabannya yang membuat aku tersentak."I don't know about that! it hurts!" katanya dengan getir. Dalam hati saya bilang, wow, pasti si bapak ini sudah mengalami banyak hal yang tidak menyenangkan. Beberapa waktu yang lalu memang dia berkata bahwa masalah punggungnya semakin parah.

Saya tidak berusaha judmental terhadap si bapak. Saya sama sekali tidak tahu apa yang dia alami selama hidupnya. Dan kalau diperhatikan sepertinya bapak ini hidup di dalam mobil van dan ke kolam renang hanya untuk menumpang mandi. Memang ada 2 orang yang saya perhatikan selalu ada di tempat mandi di pagi hari dan sepertinya mereka berdua hanya numpang mandi dan dua-duanya sepertinya hidup di dalam Van.

Akhirnya saya tahu namanya, Larry. Bapak ini adalah seorang veteran yang pernah ikut berperang di Vietnam 2 kali. Dari cerita-ceritanya ketika masih muda memang terdengar seru, penah ke Eropa dan tempat tempat yang asyik hanya entah mengapa sekarang hidupnya menyedihkan, menggelandang dan tinggal di dalam mobil, tidak mempunyai tempat atau rumah untuk menetap.

Ini protret kenyataan hidup di banyak kota di Amerika. Semakin besar kotanya semakin banyak kelompok orang-orang yang seperti Larry ini. Larry masih tinggal di dalam mobil, banyak sekali yang tinggal di bawah jembatan atau tenda-tenda di trotoar. Jika pernah menyaksikan di film-film, kondisi itu benar-benar ada. Saya menyaksikan sendiri bagaimana mereka hidup menggelandang, seperti misalnya di Denver, Los Angeles, San Fransisco atau New york.

Tidak mudah kelompok ini melepaskan diri dari kondisi ini. Banyak organisasi sosial yang berusaha membantu mengangkat mereka dari keterpurukan ini, tapi kondisinya sangat kompleks. Untuk bisa memperoleh pekerjaan, seseorang harus memiliki alamat dan kartu identitas. Jika tidak punya alamat maka sulit untuk memperoleh kartu identitas, maka otomatis akan sulit mencati pekerjaan karena perusahaan-perusahaan tidak mau menerima jika alamatnya menggunakan PO Box. PO Box adalah kotak yang dapat disewa untuk kebutuhan surat menyurat.

Sekarang bayangkan bagaimana mereka bisa bertahan jika hidup menggelandang di musim yang suhunya sangat dingin! Musim gugur, musim dingin dan musim semi seringkali suhunya di bawah titik beku! Coba bayangkan betapa sulitnya hidup seperti mereka. maka tidak heran jika bertahun-tahun yang lalu di Stasiun bus di musim dingin dipenuhi dengan kelompok mereka, sebab siapa bisa bertahan hidup di jalanan jika suhunya dibawah titik beku? Dari pemikiran ini saya menjadi mengerti mengapa Larry begitu getir ketika menjawab salam saya. Ya begitulah hidup! ***