AES 1513 Antara Odading Dan AES
joefelus
Thursday November 6 2025, 11:09 AM
AES 1513 Antara Odading Dan AES

Sudah lama sekali saya tidak makan odading. Odading yang kalau di jawa sana kadang dinamai kue atau roti bantal, mungkin juga ada yang menyebut roti goreng walau seringnya roti goreng itu lebih padat seperti orang Okinawa menyebutnya Andagi. Eniwei, makanan jaman kecil saya ini kadang memang dikangeni, jadi kemarin ketika saya mampir ke salah satu supermarket dan di dekat tempat parkir ada yang menjual cakue, gemblong, dan odading, saya mampir dan beli. "Bisa buat sarapan besok." Kata saya dalam hati sambil membayangkan makan odading dan menyeruput kopi panas. Pasti makyus!

Nah, pagi ini saya sangat bahagia menikmati odading, dan lebih bahagia lagi ternyata Ririungan penuh dengan banyak penulis essai baik yang lama dan baru. Murudul kalau istilah Sundanya, dari yang pecah telor hingga yang sudah mulai menulis ke yang sekian kalinya. Tulisannya juga keren-keren dari yang santai sampai yang membuat saya banyak berpikir. Inilah serunya AES! Kita bisa menulis apa saja. Tidak ada yang salah, tidak ada yang buruk karena semua berlatar belakang pengalaman dan pemikiran penulisnya.

Sudah lama sekali saya kangen membaca tulisan-tulisan sebanyak ini. Dulu di masa-masa awal terbentuknya AES, saya sangat rajin di pagi hari di kantor mantengin layar monitor sambil bekerja. Begitu ada tulisan masuk, langsung saya baca. Tahun-tahun terakhir ini tampak agak lesu, bahkan tahun terakhir setelah saya kembali ke tanah air, saya juga tertular, banyak hari-hari kosong tanpa menulis. Semangat agak menurun karena secara kebetulan ada banyak sekali kesibukan saya walau itu tidak bisa dijadikan alasan untuk tidak menulis. AES memang membutuhkan darah segar agar kembali bersemangat.

Rutinitas kadang menjadikan segala sesutu menjadi sangat monoton dan itu sangat saya rasakan sesudah AES menginjak tahun yang ke-4. Nah minggu ini sepertinya semua mulai berubah dan saya merasa sangat bersemangat seperti awal-awal terbentuknya AES. Mungkin @kak-andy dapat merasakan hal yang sama sebab dulu mulai dari sekitar 5 orang yang kemudian berkembang hingga lebih dari 100 orang, dari 1 tulisan menjadi lebih dari 7000. Ini sangat luar biasa! Saya jamin tidak ada sekolah manapun yang memiliki sekian banyak penulis yang sudah menghasilkan ribuan tulisan. Dan lebih luar biasa lagi penulisnya adalah gabungan antara siswa, kakak (guru), orang tua, alumni guru, alumni siswa dan alumni orang tua! Saya berani bertaruh bahwa Smipa adalah satu-satunya. Oleh sebab itu saya selalu berharap hal luar biasa ini tidak akan pernah berhenti dan bisa menular ke banyak lapisan masyarakat dan tempat-tempat pendidikan lainnya.

Kembali ke odading, hahahaha. Ini bedanya saat hening dengan menulis. Saat hening biasa saya isi dengan meditasi atau merenung, benar-benar hening dan secara fisik diam tidak melakukan apa-apa. Kadang mengosongkan pikiran untuk meditasi kadang dipenuhi pikiran dan diskusi ketika merenung. Menulis AES beda lagi. Mungkin bagi saya adalah follow up dari renungan. Apa yang saya pikirkan atau renungan di pagi hari kemudian saya dokumentasikan dalam bentuk tulisan di AES. Nah asyiknya menulis, saya bisa sambil ngopi dan makan odading sedangkan kalau merenung atau meditasi secara fisik saya diam. Itu satu keseruannya sebab tubuh dan jiwa itu tidak hanya butuh asupan dalam bentuk ide, pikiran dan sebagainya tapi juga butuh asupan energi dalam bentuk makanan dan minuman. Nah yang terakhir ini adalah hasil ngarang ngawur saya, tidak ada teori apa-apa yang saya pakai, jadi jangan dianggap serius. Intinya saya hanya ingin katakan bahwa sambil nulis bisa melakukan hal-hal lain. Kalau saat meditasi kemudian ada kiriman gofood, meditasi kita langsung berantakan, tapi kalau menulis di AES, justru senang karena ada makanan untuk teman nulis! Hahaha.

Foto credit: food.detik.com

bangkit
@bangkit   8 months ago
Odading + kopi panas adalah perpaduan yang pas!
Andy Sutioso
@kak-andy   8 months ago
Well written Joe. Ririungan jadi haneutun - kalo kata orang Sunda mah. Walaupun sedang musim hujan. Jadi ya memang cocok menulis ditemani odading dan kopi panas. @bangkit πŸ™πŸΌπŸ˜Šβ˜•