Saya melangkah menyeberangi lapangan rumput yang sudah mulai menguning. Sisa-sisa salju masih tampak terlihat di tempat-tempat yang jarang terkena matahari. Suasana sore ini agak mendung dan dingin. Pukul 4 sore seusai kerja matahari mulai turun, beberapa menit lagi akan tenggelam. Menjelang akhir musim gugur memang matahari tenggelap sekitar pukul 4:30-an, nanti baru terbit lagi lewat pukul 7 pagi! Malam sekarang lebih pendek dari siang hari.
Saya masih terus mendengarkan musik. Sudah sejak pagi saya memutar lagu-lagu. Segala jenis musik hingga lagu-lagu Natal dari Spotify. Saya punya speaker bluetooth kecil pemberian teman di meja kantor. Selepas makan siang saya bekerja sendirian di karena semua teman-teman saya punya kesibukan di unit masing-masing. Saya bebas merdeka mendengarkan lagu sambil membaca karena pekerjaan saya sudah selesai, bahkan tapi pagi menghadap atasan untuk meminta tugas karena saya mulai bosan. Masi hada sedikit tugas saya untuk mempersiapkan menu musim semi, tapi tidak ada yang bisa saya lakukan hingga berkasnya siap, dan itu tergantung pada production chef di Bakeshop yang hingga kini belum siap. Jadi saya hanya bisa menunggu.
I really can't stay
Baby, it's cold outside
I've got to go away
Baby, it's cold outside
This evening has been
Been hoping that you'd drop in
So very nice
I'll hold your hands, they're just like ice
My mother will start to worry
Beautiful, what's your hurry?
My father will be pacing the floor
Listen to that fireplace roar
So really I'd better scurry
Beautiful, please don't hurry
But maybe just a soda pop more
I'll put some records on while I pour...
Tiba-tiba suara Michael Buble melantunkan sebuah lagu berduet dengan seorang wanita. Saya tidak ingat namanya. Ini lagu Natal jadul, seingat saya dulu malah dinyanyikan oleh Dean Martin, bahkan katanya lagu ini dikarang sekitar tahun 1940-an. Syairnya cocok sekali dengan suasana sore ini yang suhunya mulai turun mendekati angka Nol. Lagu-lagu Natal semakin dapat saya hayati karena suasana di tempat tinggal saya ini cocok sekali dengan lagu-lagu yang menceritakan musim dingin. Dulu ketika mendengarkan musik-musik semacam ini saya hanya bisa melamun dan bermimpi. Sekarang saya justru hidup dalam mimpi-mimpi itu dan menciptakan berbagai kenangan yang suatu waktu nanti akan terus saya kenang bahwa lamunan-lamunan dan mimpi-mimpi saya pernah sungguh-sungguh dialami.
Seperti misalnya dulu saya sering melamun ketika di akhir tahun dan melihat snow globe. Itu loh "mainan" atau "hiasan" yang berbetuk bundar setengah bola dengan cairan dan sebuah rumah dengan pepohonan mini di dalamnya, lalu jika dikocok atau digoyang-gyangkan maka akan ada serpihan-serpihan kecil kertas berwarna perak yang mirip dengan salju. Nah saya dulu sering memimpikan dan menghayal bagaimana rasanya hidup di dalam snow globe itu. Kalau masa kecil seringkali seperrti membayangkan sebuah negeri dongeng. Hahaha.. Dan, sekarang ini saya ada di dalamnya. Masih sekeren lamunan saya dulu, tapi juga pada saat bersamaan merasakan "penderitaan" karena seringkali suhu dingin begitu tidak tertahankan. Kenyataan dan mimpi memang tidak selalu persis sama. Tapi saat ini saya benar-benar sedang menciptakan sebuah kenangan yang kemudian hari bisa saya ingat-ingat kembali.
Jika ingat bahwa lagu-lagu selalu saya katakan sebagai perekat suatu peristiwa, nah sekarang juga saya banyak menikmati lagu-lagu baru dan saya yakin sekali bahwa kemudian hari ketika saya menikmati lagu-lagu ini, langsung saya akan mampu mengkaitkan dengan apa yang saya alami saat ini. Beberapa tahun terakhir ini memang perbendaharaan lagu saya jauh berkembang. Jangan ditertawakan jika saya juga banyak mengenal lagu-lagu masa sekarang. Biar saja lagu-lagu yang dulu saya sukai menjadi penanda masa-masa itu, sedangkan saat ini saya isi dengan koleksi lagu yang berbeda. Bukan lagu-lagu Natal loh, walau ada juga yang versi baru. Hahaha...
Michael Buble terus mengalunkan suaranya yang indah.
"I've got to get home
Baby, you'll freeze out there"
Hahaha.. persis! Kata saya dalam hati sambil menyebrang jalan ketika lampu untuk menyebrang menyala. Suhu semakin dingin, saya sangat mudah menghayati lagu ini karena tepat seperti yng saya alami. I have to get home, and I'll freeze out here! Setiap kali nanti saya mendengar lagu ini menjelang Natal, saya akan ingat saat ketika sedang menyebrang jalan dalam perjalanan ke rumah dari kantor di suhu mendekati nol derajat. I am making a history dan sedang hidup dalam mimpi yang nyata! 🙂