Hari ini, merupakan hari Minggu, hari dimana biasanya aku dan keluargaku kegereja. Setelah sekitar 2 tahun kami hanya melaksanakan misa online, akhirnya kami berkesempatan mengikuti misa offline (bukan misa besar). Saat pandemi, biasanya kami hanya mengikuti misa offline kalau misa besar saja, namun karena kasus covid yang sudah tidak terlalu tinggi, kami memutuskan untuk mulai misa offline lagi. Walaupun tentunya dengan prosedur yang lebih sulit dan perlu pendaftaran lebih awal. Hal ini tentunya membuat kita hars bisa berkomitmen, setelah daftar, harus memastikan bisa hadir di misanya.
Kali ini, aku tidak menjadi umat, tapi bertugas kembali menjadi misdinar. Setelah sekian lama tidak tugas misdinar di misa mingguan, rasanya ada yang aneh. Teman-teman yang bertugas di hari ini pun merupakan misdinar baru, jadi lingkungan baru juga untukku. Jujur ada beberapa bagian yang sempat aku lupa, karena sudah lama tadi. Tapi aku coba ingat-ingat lagi, karena misdinar lain anak baru dan aku harus bisa briefing mereka, membantu mereka mengerti dan tahu jobdesk masing-masingnya apa. Untungnya misa berjalan dengan baik, dan lancar sampai akhir, tidak ada kesalahan yang berarti.
Aku merasa cukup senang dan bangga dengan pencapaianku, karena selama ini aku belum pernah menjadi koordinator yang harus membriefing misdinar lain, biasanya aku hanya mengikuti. Paling aku hanya mnejadi wakil, yang tentu saja tanggung jawabnya tidak sebesar koordinator. Disini aku tiba-tiba diminta utk membantu briefing dan ternyata aku bisa. Mungkinkah ini pertanda bahwa aku harus mencoba memegang tanggung jawab lain?