Siapa sih yang suka perpisahan… sepertinya tidak ada deh. Lalu kenapa juga tiap berpisah atau perpisahan itu menyakit kan? Hmmm, pasti setiap orang mengalaminya kan. Berpisah, sakit hati, dan kadang tubuh juga ikut tiba- tiba sakit, lalu merenung (galau) berkepanjangan karena tidak bisa bertemu lagi.
Tapi aku bingung mengapa sakit hati membuat badan ikut sakit juga, kan judulnya juga sakit hati bukan sakit badan J maka dari itu aku cari tahu di internet, dan muncul dari sumber hellosehat.com
https://hellosehat.com/mental/hubungan-harmonis/otak-saat-patah-hati/
Ternyata perasaan sedih saat kehilangan mengaktifkan beberaa bagian pada otak di manusia. Ketika sedih, patah hati, aktifitas bada bagian otak anterior cingulated cortex – atau ACC akan meningkat. Lalu salah satu jenis reseptor yang rupanya banyak terdapat pada ACC adalah reseptor opioid. Reseptor ini akan berperan ketika merasa senang atau sedih. Saat senang akan menaik, dan saat sedih akan menurun. Selanjutnya, rasa sakit yang diterima oleh reseptor opoid itu akan diproses dan diubah menjadi aktifitas sistem saraf sehingga akan memunculkan perasaan tidak nyaman dan nyeri tubuh secara fisik, bukan lagi perasaan. Maka dari itu bisa jadi sakit perut, dan sesak muncul saat sedang patah hati.
Nah, cara untuk menyembuhkannya adalah jangan menutupi perasaan, coba jangan bohong pada diri sendiri (jujur); lalu coba mengungkapkan perasaan lewat tulisan kalau merasa tidak enak untuk diceritakan, melakukan kegiatan favorit, komunikasi ke orang yang terpisah (misal: teman sekolah), lalu curhat.
Untukku solusi yang tokcer yang kadang ku lakukan adalah curhat, atau menuliskan isi hatiku di kertas. Kalau dipilih aku lebih suka curhat ke orang yang tepat dan mengerti, karena kalau sampai salah orang aku malah jadi tambah sedih, kesal atau mungkin yang tadinya curhat baik- baik malah jadi perasaan jengkel yang muncul. Untuk perasaan ynag ditulis, itu adalah perasaan yang cukup personal untuku. Kalau sangat personal biasanya aku catat di otak ku saja tidak ku ungkapkan.
Keren Thania... Terima kasih juga referensinya. Oh iya ada beberapa typo... walaupun hal kecil, jadi mengganggu juga buat para pembaca. Mungkin bisa lebih diperhatikan. Oh iya, ilustrasi / gambarnya juga pas banget ya. Mantap. 👌🏼😊
baik kak, terimakasih masukannya