Aku yakin setiap orang pasti pernah merasakan kegagalan. Mulai dari kecil, ketika kita belajar jalan dan terjatuh, (walaupun dulu belum mengenal kata gagal yaa), mendapatkan nilai yang mungkin tidak sesuai dengan ekspektasi, gagal diterima di sekolah atau universitas impian, itu semua adalah kegagalan. Ketika kita memaknainya itu sebuah KEGAGALAN.
Apa yang akan terjadi bila kita memaknai hal itu berbeda, bukan sebuah KEGAGALAN tapi sebuah tahap dimana kita memang belum siap dan tidak seharusnya berada disana. Mungkin ketika menerima berita kurang mengenakkan itu, kita akan merasa "kenapa sih ga keterima, padahal aku sudah berusaha", atau "kurang apa sih aku, kayaknya aku better deh dibanding kandidat lain". Ketika kita memaknai hal itu berbeda, sudut pandang yang berbeda, konon katanya cara kita memaknai hidup pun akan berbeda.
Mungkin memang belum saatnya kita menerima kejutan sebesar itu, mungkin saja kalau kita mendapatkan apa yang kita inginkan, kita jadi sombong, angkuh dan melupakan segalanya. Mungkin juga Tuhan memang sedang mempersiapkan rencana lain yang lebih baik daripada apa yang kita rencanakan.
Kemarin aku baru saja ditolak di sebuah kegiatan dan ditolak untuk magang di sebuah perusahaan. Memang dalam hati terdalam ada sedikit kekesalan dan kekecewaan, merasa ini sebuah kegagalan, bahkan membuatku kembali sangat ragu dnegan lifeplan yang aku susun. Rasanya aku sudah memberikan yang terbaik, mengalahkan beberapa kandidat sampai aku masuk ke 500 besar, tapi kenapa ga keterima?
Ketika sedang merasakan hal itu, aku membaca sebuah buku dan mencoba membuka pikiranku, tentang bagaimana memaknai kehidupan. Bagaimana aku menerima sebuah kegagalan dan menjadikannya pembelajaran. Bagaimana aku kembali bangkit dan lebih bersemangat dalam mencoba banyak hal. Walaupun belum sampai masuk, tapi aku sudah menambah pengalamanku, mnegalahkan orang lain sampai masuk 500 besar.. Sungguh pengalaman yang berkesan tentunya, dan itu kembali lagi tentang bagaimana aku memaknai kejadian yang mampir dalam hidupku.