Setelah kemarin menonton film KKN, aku cukup takjub degan salah satu pemainnya, yaitu Aghniny Haque. Mulai dari aktingnya yang bagus, badannya yang keren dan penampilannya. Karena penasaran, akhirnya aku iseng cari info mengenai dia, mulai dari artikel, kepoin sosial medianya sampai menonton videonya di YouTube. Ternyata sebelum menjadi seorang aktris, ia adalah seorang atlet, atlet taekwondo 6 besar dunia. Keren sekali bukan? Sejak SD, ia sudah mendalami olahraga taekwondo dan sudah masuk mess (karantina) sejak SMP. Katanya sih dulu dia suka berantem dan pecicilan, emang berani juga anaknya, makanya ia diajak untuk mencoba olahraga taekwondo, untuk mengeluarkan energi dan menyalurkan emosinya.
Ternyata ia menyukai bidang itu dan terus mendalaminya, hingga akhirnya menjadi seorang atlet taekwondo. Ikut kejuaraan, yang awalnya mewakili Semarang, sampai akhirnya mewakili Indonesia. Tentunya hal itu bukan hal yang mudah, karena sejak kecil ia sudah harus jauh dari orang tua, hidupnya hanya dipenuhi dengan latihan, jadi masa kecilnya memang tidak dinikmati, hanya sibuk latihan, makan, latihan, tidur. Katanya sih kehidupannya keras disanaa...Ia harus mengurangi makan karena dulu berat badannya kelebihan 9 kg, sehingga harus diet..alhasil iapun tidak terlalu tinggi karena banyak mengurangi makan di masa pertumbuhan. Meskipun begitu, kecintaannya terhadap dunia taekwondo, berhasil membuat ia membawa emas, perunggu dan perak yang mewakili Indonesia.
Suatu hari, karena sedang latihan keras untuk sebuah kejuaraan, otot meniskus yang ada di lutut sebelah kanannya robek. Namun karena dalam rangka sebuah olimpiade, ia tetap memaksakan diri untuk latihan, walaupun dengan lutut kanan yang sakit. Ia tetap mengikuti olimpiade, dan hasilnya otot di lutut sebelah kirinyapun robek dan ia tidak bisa lagi berjalan. Sempat ia ditawarkan untuk melakukan operasi, namun karena merasa tidak nyaman dengan tempat yang ditawarkan, Aghni menolak dan memutuskan untuk hanya mengambil perawatan biasa, dan akhirnya membaik, walaupun tidak bisa kembali lagi seperti semula. Karena kejadia itulah, ia meninggalkan dunia taekwondo. Kenapa? Karena setelah itu ia tidak pernah lagi dipanggil (lutut yang seperti itu, akan membuat seorang atlet taekwondo tidak lagi sekuat dulu, sedangkan taekwondo sangat mengandalkan kekuatan kaki). Hal ini tentunya meninggalkan luka yang mendalam untuk seorang remaja yang masih berumur 18an tahun itu. Ia sudah mendedikasikan setengah hidupnya untuk taekwondo, kemudian ia seperti 'dibuang' hanya karena cedera yang disebabkan dengan hal yang merupakan kecintaannya. "Habis manis sepah dibuang" kata Aghniny. "Pas aku keluar dari karantina taekwondo itu, aku kan baru banget ya kayak liat dunia luar, oh kehidupan tuh ternyata seindah ini, aku yang dari dulu hidupnya cuma latihan, makan latihan tidur ternyata dunia luar tuh semenyenangkan itu dan semenarik itu hahaha" cerita Aghniny.
Karena sakit hatinya itu, ia kembali ke Semarang, kota kelahirannya.Tadinya ia ingin melanjutkan kuliahnya, namun tiba-tiba 3 bulan setelah kejadian itu, ia diajak oleh seorang temannya untuk ikut casting. Casting film wiro sableng, salah satu film yang sempat booming juga di Indonesia. Casting ini membutuhkan seorang wanita yang memiliki kemampuan bela diri. Akhirnya Aghniny memutuskan untuk ikut, "iya aku ikut aja, nothing to lose kok, kalau ga keterimapun aku udah terbuka aja, belum lagi abis galau kan kemarin dibuang taekwondo hahaha" kata Aghniny.
Ia pun berangkat ke Jakarta dan dihari ia casting, hari itu juga ia mendapatkan kabar bahwa ia keterima untuk memerankan tokoh Rara. Senang bukan main, karena biasanya orang yang casting itu butuh beberapa bulan bahkan tahun untuk akhirnya bisa diterima, jarang banget bisa ada yang sekali casting langsung keterima. Disanalah ia memulai kariernya menjadi seorang aktris, sehingga akhirnya bisa memainkan banyak film keren, seperti Ben and Jody, Habibie&Ainun 3, KKN Di Desa Penari dan film keren lainnya.
Perempuan berumur 25 tahun ini, menjadi salah satu perempuan yang menginspirasi dan memotivasiku akan beberapa hal. Setiap kejadian itu pasti membawa hikmah bagi kita, entah itu kejadian positif maupun negatif. Dan satu lagi hal yang mengingatkanku akan satu hal, yaitu kalimat nothing to lose. Sebuah kesempatan ga akan dateng 2 kali, jadi pergunakanlah kesempatan yang ada, apalagi kita ga ambil hanya karena rasa takut. Jangan pernah.. Aku jua jadi semakin termotivasi untuk berolahraga melihat fisiknya yang keren dan sehat...
Jalan hidup seseorang sangatlah menarik, tidak akan ada kisah yang sama...jangan mudah putus asa dan ada baiknya kita berbagi kisah untuk sesama, mungkin saja kisah yang kita ceritakan bisa memotivasi orang lain...