AES#49 Pengalamanku Mengajar
Natasha Setyamukti
Thursday August 19 2021, 9:31 AM
AES#49 Pengalamanku Mengajar

Kemarin, aku menjalankan kegiatan mengajarku yang pertama kali. Memang kali ini belum belajar dengan serius, kami masih perkenalan dan bermain games. Aku berkesempatan untuk mengajar anak-anak di panti asuhan Tanjung Barat, salah satu panti asuhan yang ada di Jakarta Selatan. Aku mengajar materi bahasa Indonesia.

Sebenarnya aku berniat untuk mengajar anak-anak SS kecil, tapi ternyata ditempatkan untuk mengajar bahasa indonesia di kelas 3 SMP. Kaget sebetulnya waktu lihat ternyata ngajarnya anak SMP, karena aku pengennya ngajar anak kecil. Kemudian yang aku ajar adalah anak 3 SMP yang sedang persiapan ujian, dimana posisiku saat ini juga sedang persiapan ujian. Untungnya aku tidak sendirian, tapi mengajar berdua. Sebelumnya aku memang sudah pernah mengajar, tapi itu mengajar anak SD dan mengajarnya hanya via chat. Yang ini kita perlu mengajar dengan g-meet setiap dua minggu sekali.

Kemarin, aku ditunjuk untuk menjado moderatornya, agar kegiatan tetap dengan jalur dan bisa sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan. Awalnya sedikit canggung, karena disini pesertanya sedikit, anak-anak dari panti asuhannya hanya punya 1 device untuk digunakan bersama-sama. Untungnya anak-anak kelas 9 hanya ada 3 orang jadi masih memungkinkan untuk hanya menggunakan 1 device. Namun akhirnya aku bisa memoderatori kegiatan dengan baik dan bisa banyak ngobrol juga dengan anak-anak disana. Kegiatan perkenalan dan main gamesnya berjalan sekitar 45 menit, kemudian dilanjutkan dengan diskusi singkat.

Mungkin karena masih malu-malu, teman-teman dari panti asuhannya masih banyak diem, baru menjawab saat ditanya. Tapi senang rasanya bisa membantu teman-teman disana untuk belajar bahasa indonesia dan mengerjakan beberapa tugas. 

Menjadi pengajar bukan menjadi cita-citaku sejak dulu. Hal ini baru aku ketahui dan minati saat pandemi karena aku ikut komunitas yang bergerak di bidang pendidikan. Ternyata seru dan aku berminat untuk terus menjadi relawan pengajar. Semoga, langkah kecilku ini bisa bermanfaat dan membawa dampak walau tidak besar tapi bisa membantu pendidikan di Indonesia.