Hari ini, seperti biasa, kelas 12 melakukan diskusi. Diskusi kali ini mengenai penggunaan sosial media. Kenapa sih kita sering tidak berani atau tidak percaya diri saat emngekspresikan diri di sosial media, padahal itu merupakan pilihan kita untuk menggunakan sosial media. Pertanyaan ini merupakan pertanyaan dari diriku, yang aku lemparkan kemarin sore.
Sebenarnya, bahasan ini cukup berkaitan dengan atomic essay yang aku buat kemarin, mengenai keberanian untuk mengekspresikan dir di sosial media, namun kali ini, aku mendapat sudut pandang dari teman lain. Ternyata selain ketakutan, terkadang kita post atau update sesuatu di sosial media itu karena membutuhkan validasi. Kita post bukan untuk memperlihatkan apa yang menjadi hobi atau kesukaan kita, tapi kita seperti mencari pembenaran atau validasi dari orang lain, apakah yang kita lakukan atau kita gunakan baik atau tidak. Kita seringkali overthinking mengenai jumlah like dan juga hate comment, sehingga akhirnya mengurungkan niat untuk update sesuatu di sosial media.
Beberapa dari kami berpendapat, bahwa sosial media salah satu instagram, sering digunakan untuk portofolio. Aku sendiri menggunakan instagram untuk portofolioku, agar orang tahu apa yang aku kerjakan. Awalnya juga memang sulit untukku memberanikan diri untuk post, apalagi feeds atau sesuatu yang bisa dilihat lama. Namun aku mulai memberanikan diri untuk post di story yang hanya bertahan selama 1 hari.
Setelah itu, kami juga sempat mendiskusikan bahwa sosial media merupakan tempat fake. Mungkin kita selalu melihat orang lain keren di sosial media, padahal bisa aja semua itu bohong. Selain itu, kita juga tidak bisa mempercayai semua orang yang kita jumpai atau kenal dari sosial media. Bahkan close friend sekalipun tidak bisa kita percaya, mungkin ini sedikit mirip dengan berita yang akhir-akhir ini viral. Jadi jangan mudah untuk percaya sama orang di sosial media ya!
Hal yang paling menyenangkan adalah saat kita menilai instagram masing-masing. Jadi kita melihat instagram teman-teman dan menilai seperti apa sih instagramnya dan kira-kita seperti apa orangnya dari melihat sosial medianya. Ya walaupun tidak valid untuk menilai seseorang melalui sosial media, tapi ini seru-seruan aja sih hahaha.
Setelah beberapa lama di Ririungan, Tasha merasa ada bedanya nggak posting di medsos umum dengan di sini?
setelah Tasha mulai menulis disini, Tasha jadi lebih pede om untuk upload di sosial media, terutama sharing di story instagram. Tapi mungkin dari sisi konten sedikit berbeda ya om, kalau di sini hanya tulisan yang Tasha share, sedangkan di sosmed bukan hanya tulisan, tapi juga foto dan beragam konten lainnya. Walaupun begitu, Tasha merasa ada banyak perubahan setelah Tasha mulai rutin menulis disini
Wah, senang banget mendengarnya. Tasha jadi lebih pede untuk upload di medsos sejak aktif menulis di Ririungan. Mantaap...