Hari ini aku berbincang bersama temanku dari Amerika sedikit mengenai kebebasan berpendapat.
Pagi ini aku bangun disambut oleh seorang teman yang saat ini tinggal di Iowa, Amerika Serikat. Kami berbincang mengenai sedikit mengenai kabar kehidupan kami, namun percakapan kami terpotong karena aku harus pergi ke sekolah. Aku menjelaskan sedikit mengenai KPB Semi Palar, sekolah unik yang muridnya dapat berpendapat secara bebas dan dapat mengatur jadwal sekolah sendiri. Seperti banyak orang lain, temanku kaget dan bingung dengan sistem pembelajaran kami.
Tadi sore setelah temanku bangun tidur (karena perbedaan waktu 12 jam), kami melanjutkan obrolan kami. Kali ini aku yang bertanya mengenai sekolahnya, aku belajar banyak hal mengenai sistem sekolah di Amerika yang baru aku ketahui. Namun yang paling menarik adalah negara yang memiliki prinsip freedom of speech ternyata masih memiliki masalah kesulitan untuk berpendapat. Protes dan pendapat dari murid disekolah temanku itu tidak didengar oleh guru mereka, bahkan dijadikan bahan diskriminasi. Menurutnya pendapat kritis yang memiliki alasan konkrit jika tidak sesuai dengan keinginan atasan atau lembaga kemungkinan besar akan menghasilkan pandangan buruk kepada orang tersebut. Sebuah fenomena yang aku lihat sepertinya cukup miris untuk terjadi di sebuah negara berkembang yang kembali memiliki prinsipĀ freedom of speech. Aku sungguh bersyukur dapat menemukan diriku bersekolah pada sebuah sekolah yang peduli dan mendengarkan pendapatku seaneh apapun pendapat itu. Terimakasih kakak-kakak yang selaluĀ open minded mendengarkan semua pendapat diriku yang terkadang aneh-aneh itu hahah.