Ketidaktahuan akan pemisahan. Bahwa badan dengan kebadannya, pikiran dengan pemikirannya, jiwa dengan kepenuhannya. Adalah tiga bukan satu, sedangkan kita semua sibuk menyatukannya.
Kalau sesungguhnya memang hanya satu tidak perlu menggambarkan tiga. Memang, dengan menggambarkan tiga ini, kesadaran akan kesatuan dapat tersadari. Di sinilah kuncinya, yang satu ini bukan yang tiga itu.
Kalo ada tiga yang adalah satu dan satu adalah tiga, di mana satu bukan tiga. Karena satu itu ada penggambarannya, dan yang tiga tadi pun ada penggambarannya. Satu yang dimaksud adalah kualitas dari ketiganya.
Badan dengan kebadanannya, pikiran dengan pemikirannya, jiwa dengan kepenuhannya. Satu napas (spiritus). Daripada sibuk menyatukan tiga sudut itu, Sepertinya lebih bijak untuk menyelaraskan napas ketiganya, yang satu dan sama itu.
Seperti mengangkat kain yang memiliki tiga sudut. Tidak perlu tiga tangan untuk mengangkatnya kan, hanya perlu dua jari mencubit satu bidang napas, lalu semuanya terangkat. Mana yang perlu dicubit, bebas. Yang penting, lakukanlah mencubit napas ini.
Hahaa...very nice point of view 😁 and it's so true.. Napas itu jembatan diantara ketiganya. 🙏🏼☺