AES#59 Hustle Culture
Natasha Setyamukti
Tuesday August 31 2021, 9:08 AM
AES#59 Hustle Culture

Hustle culture merupakan salah satu topik yang sedang hangat diperbincangkan. Namun seringkali topik ini dianggap remeh oleh masyarakat, padahal bisa berdampak buruk apabila terus dibiarkan.

Memiliki rutinitas sehari-hari memang tak ada salahnya. Namun, apa jadinya kalau hidupmu hanya berputar di sekitar pekerjaan saja? Bangun tidur, langsung cek email. Di siang sampai sore hari, bekerja tak kenal lelah dan sampai luap untuk beristirahat. Apalagi di masa pandemi seperti ini, kita bekerja dari rumah sehingga sulit untuk menentukan kapan waktu bekerja dan kapan waktu untuk beristirahat. Itu merupakan salah satu contoh hustle culture yang sering ditemui.

Banyak orang menyebutkan bahwa hustle culture adalah standar di masyarakat yang menganggap bahwa kamu hanya bisa mencapai sukses kalau benar-benar mendedikasikan hidupmu untuk pekerjaan dan bekerja sekeras-kerasnya. Istilahnya sederhananya adalah workaholism, tetapi dibalut dengan sebutan yang terlihat lebih keren saja. Budaya ini menjadi suatu hal yang normal sejak pandemi karena tidak ada batasan jelas antara kehidupan profesional dan pribadi. Hasilnya? Ingin sukses dan produktif, tapi justru jadi tidak memikirkan kesehatan fisik dan mental sendiri. Sebenarnya memang tidak salah kalau ingin bekerja keras dan mengedepankan pekerjaan. Namun, akan berdampak buruk kalau kita sampai tidak bisa menikmati hidup dan tak punya prioritas lain selain bekerja.

Berikut ini adalah beberapa dampak buruk hustle culture yang bisa dirasakan:

  • stres berlebih
  • burnout
  • terkena penyakit fisik
  • tidak punya waktu untuk kehidupan pribadi

Kalau ditanya apa dampak baiknya, sebenarnya ada, kamu jadi dihargai di tempat kerja karena selalu menyelesaikan tugas tepat waktu dan mau 'disuruh-suruh'. Namun, lebih banyak dampak buruknya, karena kalau kamu terus bekerja keras dan mau 'disuruh-suruh' kamu jadi tidak bisa berdiri sendiri dan bisa menyebabkan burn out. Sebenarnya kembali lagi ke dampak buruk diatas. Maka dari itu, sebenarnya hustle culture tidak memiliki dampak baik. Hustle Culture ini seringkali dialami oleh anak fresh graduate atau generasi milenial, karena mereka sebagai anak baru yang punya banyak tuntutan. Sehingga ia harus bekerja keras untuk memenuhi semua kebutuhan. 

Walau begitu, ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menghindari hustle culture ini, pertama adalah jangan membandingkan diri dengan orang lain terutama di sosial media, karena salah satu penyebab adanya tekanan adalah sosial media. Semua orang ingin terlihat sukses dan mapan dengan pekerjaannya, lalu dengan bangga memamerkan bekerja tengah malam atau di akhir pekan, dan sebagainya. Nah, jangan bandingkan dirimu dengan mereka atau bahkan membuat ekspektasi lebih terhadap diri sendiri hanya karena orang lain melakukan hal tersebut.

Kedua adalah mencari hobi diluar pekerjaan/kegiatan sehari-hari. Penting sekali untuk mencari waktu luang untuk menjalani hobi dan apa pun itu yang dicintai karena bisa buat hidupmu lebih seimbang. Istilah yang mungkin lebih familiar didengar adalah, work-life balance. Jangan biarkan pekerjaan memakan seluruh waktu dan hidupmu. Namun, jangan terlalu leyeh-leyeh juga.

Terakhir adalah harus mengetahui batasan diri, tahu kapan perlu istirahat dan bisa bekerja.  Intinya, jangan sampai memaksakan diri hanya karena ingin memenuhi standar yang bisa dibilang tidak manusiawi. Hustle culture adalah budaya yang bisa pelan-pelan dihilangkan, kalau tiap orang bisa membatasi diri dan menghargai orang lain.

 

 

Tren hustle culture ini hampir dialami oleh sebagian besar pekerja di berbagai perusahaan, terutama kalangan generasi milenial yang fresh graduate. Tuntutan kebutuhan hidup yang banyak mengharuskan mereka bekerja lebih keras supaya mendapatkan penghasilan besar meskipun mengesampingkan kesehatan diri sendiri,"

Baca artikel CNN Indonesia "Mengenal 'Hustle Culture', Gila Kerja yang Berujung Burnout" selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210820143703-277-683054/mengenal-hustle-culture-gila-kerja-yang-berujung-burnout.

Download Apps CNN Indonesia sekarang https://app.cnnindonesia.com/