AES#61 Paon Tasha X Anak Edukasih
Natasha Setyamukti
Thursday September 2 2021, 10:02 AM
AES#61 Paon Tasha X Anak Edukasih

Paon Tasha merupakan bisnis makanan yang sudah aku bangun saat aku SMP. Bisnis yang awalnya hanya iseng-iseng aja akhirnya berlanjut dan menjadi bisnis yang akan aku kembangkan. Mulai dari hanya ada 1 menu, sekarang sudah lebih dari 5 dan akan launching lagi menu baru. Cukup bangga sebetulnya saat melihat apa yang sudah aku kerjakan, mulai dari membuat logo, menentukan menu dan melakukan penjualan yang awalnya cukup menantang untukku. Aku tidak tahu cara marketing yang baik, melakukan perhitungan dan lain sebagainya. Tanpa aku sadari, sebetulnya aku mempelajari banyak hal baru melalui bisnisku ini.

Mengembangkan sebuah bisnis memang bukan hal yang mudah, tetap menjaga kualitas, menambah menu dan pengembangkan aspek lainnya tentu membutuhkan banyak waktu. Salah satu cara yang aku lakukan adalah dengan berkolaborasi dengan bisnis lain atau organisasi. Tujuanku selain membantu sesama, dengan berkolaborasi pasarku juga bisa jadi semakin luas. Salah satu organisasi yang sedang dalam perjalanan menuju kolaborasi adalah Anak Edukasih, sebuah organisasi non profit, yang bergerak di bidang pendidikan. Anak Edukasih membantu anak-anak kurang mampu dengan mengajar mata pelajaran dan menggalang dana untuk mendukung pendidikan mereka, karena kami yakin bahwa setiap anak memiliki hak akan pendidikan yang berkualitas. 

Visi misi komunitas yang sesuai dengan concernku saat ini, membuatku tertarik untuk bekerjasama dengan mereka. Bentuk kerjasamanya juga menurutku sangat cocok, jadi setiap porsi yang terjual dari bisnisku, sebesar 5.000 akan aku sumbangkan untuk mereka yang membutuhkan. Menurutku itu tidak seberapa dengan apa yang sudah aku miliki sekarang.

Masih banyak anak-anak yang kesulitan dalam mengakses internet sehingga kesulitan belajar di masa pandemi seperti ini. Selain itu mereka yang berada di panti asuhan pun tidak mendapatkan kasih sayang seperti yangkita rasakan sekarang, bisa punya tempat bercerita, punya orang tua yang memenuhi seua kebutuhan kita. Mereka disana berusaha berjuang untuk bisa survive di masa seperti ini dan belajar mandiri. Maka dari itu aku berpikir, tidak ada salahnya membantu mereka, walaupun mungkin yang aku donasikan tidak seberapa, aku berharap setidaknya bisa membantu sekecil apapun.