Proyek Garage Sale ini berlangsung dari tanggal 28 September – 6 Oktober, sebenarnya sampai 30 September, tetapi karena barang yang terjual baru dua jenis, dan dana yang terkumpul juga masih sedikit. Maka dari itu kegiatan Garage Sale ini diperpanjang. Dalam proyek ini aku berperan sebagai admin. Walaupun dari awal aku sudah memperkirakan kalau jadi admin akan sulit, aku tetap memilih peran ini. Oleh karena itu di awal sebelum Garage Sale, kegiatan ku membuat teks undangan untuk WAG, lalu buat undangan di Ririungan Semi Palar juga.
Setelah Garage Sale dibuka, peran ku dimulai. Di hari pertama belum ada yang membeli barang, jadi kami tim Garage Sale semakin menggencarkan marketing. Dari mulai post postingan di Instagram story, post time line ririungan smipa, buat reels di ig kpb, buat undangan di wag kpb. Kemudian akhirnya ada yang beli, yaitu Kak Gina kakak K10. Kak Gina beli piring yang dijual oleh Tante Erna. Lalu ada yang beli lagi yaitu Pak Fery (ayahnya Thania K11) membeli botol yang dijual oleh Tante Erna juga.
Dari hasil penjualan itu, K11 sangat beruntung, karena hasil barang yang telah terjual, uangnya untuk K11, tidak perlu dibagi 70:30 oleh penjual.
Saat bekerja jadi admin, cukup ribet karena harus bolak-balik kirim pesan ke penjual dan pembeli. Setelah itu harus memastikan barang yang terjualnya bagaimana juga. hal yang membuat ku kurang nyaman jadi admin adalah saat aku harus minta tunggu penjual atau pembeli, saat aku menunggu konfirmasi salah satu dari mereka. Tapi yang membuatku senang saat barang telah benar-benar tejual.
Hal baru yang kudapatkan adalah harus komunikatif, agar pembeli atau penjual bisa paham betul apa yang kuminta. Kemudian kepercayaan kepada orang lain, kalau di Garage Sale ini kasusnya di barang yang dijual oleh penjual, karena kita tidak tahu apakah yang ditulis oleh penjual di keterangan benar-benar seperti itu atau berbeda. Lalu komunikasi antar tim juga agar tidak miskom, dan bisa berjalan secara sistematis, tidak acak-acakan.