`
Tiap hari aku menyempatkan waktu untuk mengobrol dengan orang dirumah , karena memang aku suka mengobrol. Dari mengobrol, aku merasa energy yang ada dalam diriku bertambah. Apa lagi saat aku diajak main dengan teman- teman di komplek ku. Tapi kadang kala juga aku malas bersosialisasi, malas mengobrol, dan rasanya sedang ingin sendiri saja. Kemudian aku jadi bingung aku itu extrovert atau introvert, atau mungkin aku ambivert? Nah, karena aku kepo, aku mencari tahu.
Akhirnya aku dapat satu sumber dari Satu Persen Indonesian Life School.
https://satupersen.net/blog/perbedaan-introvert-dan-ekstrovert
dilansir dari satu persen, katanya, orang lain ynag suka menilai kita introvert atau extrovert, itu belum tentu 100% benar. Lalu tiap introvert dan extrovert pastinya mempunyai kelebihannya masing- masing, dan penting untuk kita tahu kepribadian masing- masing dan plus minusnya masing-masing.
Nah, orang introvert biasanya menerima energy dari dalam dirinya sendiri atau dalam kesendirian. Jadi introvert lebih nyaman dalam lingkungan yang sepi. Bukan berarti introvert itu gak bisa untuk berbaur. Nah, kalau extrovert suka cari pengalaman baru, dapat berinteraksi dengan banyak individu, dan akan bosan kalau mereka terlalu banyak menghabiskan waktu sendirian. Lalu extrovert suka “talk fist, think later”.
Dari itu aspek-aspek introvert ada beberapa yang aku punya, seperti punya imajinasi yang tinggi, dan dapat jadi pendengar yang baik saat mengobrol. Lalu katanya di pandemic ini para introvert cukup senang karena gak perlu banyak ketemu orang dan bisa fokus pada diri sendiri, hobi, dan lainnya. hal itu pun aku rasakan sekarang aku jadi bisa lebih fokus pada diriku sendiri dan merasa lebih tenang walau kadang bosan ingin bertemu oprang lain dan saling mengobrol. Lalu ada beberapa aspek extrovert juga yang ada di dalam diriku, seperti antusiuas mencoba hal baru, suka mengobrol, dan jujur pada perasaan.
Hmmm jadi aku apa ya?