Setiap jalan- jalan di malam hari, aku selalu melihat keluar jendela. Melihat lampu jalanan, atau bahasa lainnya city light. Saat aku pulang kampung kerumah nenek ku, aku suka melihat gemerlap lampu dari kejauhan karena rumah nenek ku berada di dataran ynag lebih tinggi dari kota Bandung. Aku suka datang ke pentas seni yang memunculkan banyak lampu berwarna. Akhirnya aku memutuskan mendekor kamarku dengan banyak lampu yang dipasang. Dari lampu twinkle lights, strip light yang pernah popular pada masanya, lampu tidur yang mengeluarkan motif cantik, dan ingin ku kedepannya punya lampu neon strip yang bisa membuat bentuk yang ku ingin kan.
Sering tiap teman, atau keluarga ynag mampir ke kamarku dan lihat lampu- lampu yang sedang ku nyalakan bilang “ emang kamu gak pusing than? ” , “ mau ngapain sih, pesta? “ . Hmmm…. Ya aku anggap my life is a party, sebelum melakukan hari aku buat rencana dulu mau ngapain aja, lalu laporan ke orang tua akan malakukan a-z, kemudian ada beberapa yang diganti karena menyesuaikan dengan kegiatan orang dirumah juga, setelah itu melaksanakan kegiatan, ada masalah lalu cari solusinya agar hari itu tetap berjalan, setelah selesai beres-beres, merekap (bengong) apa saja yang ku lakukan hari itu, dan istirahat.
Dan menurut ku lampu adalah satu hal yang bisa membantuku melaksanakan tiap hari ku. Di pagi hari lampu kunyalakan untuk membangunkan diriku. Setelah itu (masa pandemik sekolah di rumah) aku nyalakan lampu belajar untuk membantu ku berkegiatan. Tentu saja ada masa istirahatnya, karena aku tahu kalau menyalakan lamp uterus menerus juga boros. Di sore menjelang malam aku menyalakan lampu lagi untuk menerangi gelap. Saat aku sedang sedih dan galau aku menyemangati diriku sendiri dengan lampu warna-warni yang bergantian tiap detiknya. Jadi menurutku lampu sangat membantu tiap hari-hari ku.