Awal saat aku berada di KPB, kami semua diminta untuk menulis Atomic Essay. Sebelum mengetahui apa itu atomic essay, aku bingung aku harus menuliskan apa. Ternyata di atomic essay ini, aku harus menulis apapun bebas, yang penting minimal 250 kata. Tentu saja awal memulai atomic essay aku merasa sangat terbebani, karena saat itu 250 kata adalah jumlah yang banyak untuk ku menulis sebuah tulisan.
Sering kali aku malah terjebak di 100-an kata, dan sulit untuk melanjutkannya. Kemudian sering kali aku juga kehabisan ide untuk menulis, sampai aku malah hanya bercerita tentang keseharian ku hari itu. Lalu hal yang membebani ku lagi adalah karena harus mengerjakan setiap hari, dari senin-jumat. Setelah terus-menerus aku kesulitan, akhirnya aku mencoba hal baru di rutinitas ini, yaitu aku mengerjakannya tiap pagi.
Sebenarnya dari dulu, jika aku akan mengerjakan tugas, aku lebih memilih di waktu subuh-subuh, jam 03.00 - 06.30, sebelum sekolah. Karena di jam itu aku bisa berpikir lebih jernih dari pada siang atau malam hari, dan ide yang bermunculan lebih banyak. Semakin kesini, menulis 250 kata jadi lebih mudah dibandingkan sebelumnya untukku. Malah terkadang aku bisa melebihi 250 kata, saat menulis berbagai macam essay. Jadi sudah terbiasa.
Saat di KPB, awalnya aku menulis tentang apapun. Dari resensi buku, pengalaman atau refleksi setelah berkegiatan, setelah membaca artikel sesuatu aku rangkum dan kutulis kembali, keseharian ku, dan beberapa pengalaman ku. Awalnya lancar semua bisa ku tulis, tapi ternyata hambatan pun muncul lagi. Aku jadi kehabisan ide lagi, dan lagi.
Untungnya kali ini KPB sedang akan membuat buku. Setiap anak menuliskan tema yang sudah ditentukan, ada topik tentang Kelompok, Petualang, Belajar, dan Lain-lain. Untuk yang lain-lain ini, apapun yang berhubungan dengan KPB. Saat ku cek di tiap topik aku harus menuliskan berapa banyak, dari total 4 topik aku harus menulis sebanyak 15 essay. Tentu saja itu bukan jumlah yang sedikit.
Setiap essay aku harus menulis sebanyak 500 kata. Itu malah lebih banyak lagi dari pada saat aku menulis atomic essay yang biasanya. Biasanya 500 kata ini di buat saat aku menulis refleksi yang ditentukan oleh kakak fasilitator, jadi tidak banyak aku menulis essay sebanyak 500 kata ini. Tentu saja karena aku harus menulis essay tiap hari 500 kata, karena buku yang sedang di buat untuk KPB, jadinya aku menulis setiap hari dengan kata yang banyak.
Walaupun awalnya aku merasa terbebani, akhirnya aku bisa terbiasa menulis kata sebanyak ini. Yang awalnya bingung akan menuliskan apa, jadi bisa mengeluarkan apa yang ingin diungkapkan. Dari menulis tulisan untuk buku KPB ini, jadi bisa meringankan tugasku untuk mencari ide di ririungan, saat menulis atomic essay. Saat menulis pun, aku bisa melepaskan apa yang ingin kuceritakan ke banyak orang. Karena pada dasarnya memang aku suka berbicara, mengobrol, dan bercerita. Namun karena satu dan lain hal, aku jadi sulit untuk mengungkapkannya.
Ternyata jika aku bisa melihat sisi positif dari hal yang ku kerjakan, dari hal yang kadang membuatku malas mengerjakannya, kalau dilihat sisi positifnya dan maknanya, aku bisa mengerjakannya sepenuh hati. Saat proses pengerjaan bisa lebih lancar, dan setelah tuntas bisa puas dengan hasil yang telah dikerjakan.
Halo Thania, esai yang ini terpilih untuk masuk ke buku 7 AES. Tolong bantu carikan ilustrasi esainya ya. 🙏🏼😊
Baik, sudah ya kak...