AES10 ambulans
nathania
Monday August 9 2021, 8:29 AM
AES10 ambulans

Sekarang semenjak pandemi, sering sekali aku mendengar ambulan. Apa lagi setelah aku pindah ke rumah nenek, yang berada di tengah kota. Jadi semakin sering aku mendengar sirine ambulans. Setiap ambulans lewat hati ku selalu tidak tenang, deg-degan, dan sedikit muncul rasa takut. Orang tuaku bilang itu adalah ambulans covid-19 yang sedang membawa pasien untuk mencari rumah sakit terdekat. Sempat kemarin sebelum PPKM saat banyaknya orang yang terkena covid-19 dan akan dilarikan kerumah sakit, tapi semua rumah sakit dan tempat- tempat yang menampung para pasien covid-19 penuh, ambulans banyak sekali yang lewat.

Kalau boleh jujur tentu saja aku risih. Dengan perasaan tidak enak, dan harus mendengar suara sirine yang lewat hampir tiap hari, membuat ku takut. Entah kenapa saat ambulans lewat pikiran ku langsung ke pasien covid-19, dan aku pun langsung berucap “Inalillahi”. Tentu saja aku berharap orang- orang yang terkena covid-19 bisa cepat sembuh, bahkan berkurang.

Sempat teman sekomplek ku terkena covid-19, aku tahu kalau aku tanya-tanya dia saat dia terkena covid-9 itu malah membuat kesehatannya menurun. Jadi aku tunggu sampai dia sembuh lalu aku tanya, “gimana kabarnya?” , “kok bisa kena covid-19?” , “pas kena covid- 19 ada gejala apa gak?” . Tapi saat aku dan teman- teman ku yang lainnya ngobrolin tentang covid-19 dan seberapa menakutkannya virus itu (gibah covid-19), dia dan teman ku satu lagi yang terkena covid-19 juga bilang, “nggak ah biasa aja tau, gak gimana- gimana”, “ kan kita juga gak ada gejalanya” , “biasa aja”. Ada sisi baik dan buruk dari ucapan merekan. Baiknya mereka jadi lebih cepat sembuh karena tidak banyak pikiran, tapi buruknya mereka seperti menyepelekan virus itu. Saat itu aku jawab “kalau aku jadi kalian pas kena covid-19 (amit- amit jangan ya Allah), aku mah takut mati da” …. Mereka langsung diam dan bilang “iya ya” …