AES 711 Penutup: Seni
joefelus
Friday May 5 2023, 12:10 AM
AES 711 Penutup: Seni

Pagi ini saya duduk di depan televisi sambil menunggu Kano bersiap-siap untuk berangkat kerja. iseng saya menonton berita lokal. Salah satu segmen berita menceritakan tentang seni. Saya lupa di mana, kalau tidak salah di satu museum seni di Korea, ada sebuah pameran seni di mana salah satu pamerannya menampilkan sebuah pisang yang ditempel di dinding dengan sebuah lakban. Jangan kaget, tampilan seni pisang itu bernilai $120.000!! Pagi ini dalam berita dikatakan bahwa salah seorang pengunjung, seorang mahasiswa, melepas pisang itu dan memakannya. Sesudah dimakan dia menempelkan kembali kulit pisang itu di dinding dengan lakban yang sama. Hahahaha

Mahasiswa itu, namanya Noh, berdalih bahwa dia lapar dan dia pikir pisang itu ditempel di dinding untuk dimakan. Dia juga berkata "kulit pisang yang ditempel itu bisa saja merupakan seni."

Terus terang saya sama sekali buta dengan seni, apalagi seni yang "unik" seperti pisang tadi. Saya pernah menyaksikan pameran seni seperti Monet, misalnya. Terus terang, saya tidak merasa malu untuk berkata jujur, saya tidak mengerti mengapa lukisan Monet itu berharga luar biasa sehingga saya bisa meleletkan lidah karena hampir tidak dapat dipercaya. Saya bingung, lukisan-lukisan itu memang indah tapi saya tidak mampu menikmati keindahannya seperti para kurator-kurator yang kemudian bisa menkasir nilainya yang harganya ratusan juta Dollar atau trilyunan rupiah. Ya begitulah, namanya juga tidak mengerti seni. Tapi jika saya melihat lukisan potrait seseorang, nah itu buat saya lebih mudah untuk menikmatinya. Saya sangat senang mengikuti karya-karya peluki sketsa wajah orang di dalam subway, kalau tidak salah namanya Devon Rodiguez. Dia membawa buku sketsa kemana-mana duduk di dalam kereta subway dan melukis wajah orang secara random. Lukisannya begitu bagus dan seperti foto walau hanya menggunakan pinsil. Sesudah selesai dia akan merobeknya dari buku lalu diberikan kepada orang yang dia lukis dan berkata,"Excuse me, sir. I drew you!" Setahu saya dia punya penggemar puluhan juta orang di tik tok. Dia sudah menjadi semacam selebriti dan melukis di seluruh dunia secara candid. Saya hanya mampu menikmati seni sederhana seperti potrait dan lukisan yang realistis. Abstrak dan sebagainya saya sama sekali tidak mengerti. Lukisan Vicent van Gogh, saya juga kebingungan, apalagi pisang seharga 120 ribu itu! hahahaha

Seni bagi saya adalah sebuah karya, kreatifitas, ekspresi maupun suatu cara untuk menggambarkan sesuatu secara indah. Well, objeknya tidak selalu indah sebetulnya, sesuatu yang kumuh bila dikreasikan oleh seniman menjadi sesuatu yang luar biasa. Menurut saya seni adalah karya dan ekspresi kehidupan. Bayangkan saja, apa yang digambarkan oleh seni? Seluruh aspek kehidupan bukan? Ya, itu menurut saya, seni adalah sebentuk kreasi, karya untuk menceritakan kehidupan dengan gaya tertentu. Gayanya bisa disesuaikan dengan kreatifitas senimannya. Nah, faktor kreatif ini yang oleh saya, karena keterbatasan persepsi, sering tidak dimengerti.

Hari ini saya berulang tahun. Yang sedang saya pikirkan adalah bahwa saya adalah sebuah karya. Siapapun yang menciptakan saya, jika anda percaya akan Tuhan, maka Tuhan lah yang telah berkarya menciptakan diri saya sesuai dengan kreatifitasNya. Yang hebat dari keajaiban ini, karyanya juga bisa berkarya! Saya adalah hasil karya seni yang juga mempunyai kemampuan untuk menciptakan karya-karya seni. Coba pikirkan, betapa luar biasanya hal ini bukan? Bayangkan juga orang tua kita, masyakarat sekeliling kita, guru-guru dan semua peristiwa hidup itu menjadi bagian dari seni kehidupan yang membentuk hasil karya berupa saya. Kehidupan ada untuk semua orang. Untuk anda dan untuk saya. Kita memanfaatkan semua kejadian dalam kehidupan, menciptakan, mentransformasi dan merangkai. Seorang artis, seorang seniman, yaitu kita, menggunakan berbagai cara untuk mentransform segala sesuatu yang kita alami, kesulitan dalam hidup, kebahagiaan, keindahan, kesuliran-kesulitan emosional, kesedihan, dan sebagainya lalu menciptakan, mewujudkan hal-hal tersebut menjadi sesuatu yang berarti. Kita tidak hanya menerima segala sesuatu yang terjadi dengan membutakan diri, tapi kita membentuknya menjadi sebuah pengalaman. Menurut saya itu adalah "seni", seni yang sangat luar biasa! Bahkan jika menulis itu juga dianggap sebagai seni, saya tidak mampu menuliskan "seni" yang kita ciptakan dari pengalaman hidup dengan sesempurna kita membentuk pengalaman. Menulis, menggambar, bermusik dan sebagainya itu luar biasa, tapi seni yang paling hebat adalah bagaimana kita menyerap, menerima, menjalani semua kejadian dalam kehidupan kita dan menciptakannya sebagai bentuk pengalaman yang pada akhirnya mennyempurnakan hasil karya seni yang telah diciptakan oleh Tuhan, yaitu diri kita!

Photo credit: ctvnews.ca

You May Also Like