Yang mengendalikan air adalah tanah, katanya. Sungai adalah contohnya, yang membelok-belokan aliran air adalah tanah di sampingnya. Bahkan yang mewadahi lautan juga tanah di sekelilingnya.
Kalau ternyata airnya jauh lebih banyak jadi tanah, jadi lumpur. Yang berkuasa di lumpur ini, tanahnya atau airnya ya? Masa’ berbagi kekuasaan? Kalaupun berbagi kekuasaan, sepertinya tidak akan pernah bisa sama menguasai.
Karena kalau sama, tidak ada lagi air dan tidak ada lagi tanah. Sama-sama air, atau sama-sama tanah. Persoalannya, ini adalah lumpur. Ada tanahnya, ada airnya. Padat seperti tanahnya terasa, lepas seperti airnya terasa.