AES 543 Manja
joefelus
Thursday November 17 2022, 11:19 AM
AES 543 Manja

Subuh besok akan mulai turun salju. Hampir semua berita dan ramalan cuaca mengatakan hal yang sama bahkan banyak yang menginformasikan bahwa 100% kemungkinan akan turun salju sekitar 10 cm. Saya langsung siap-siap. Kaca mobil bagian depan dan belakang langsung saya tutup dengan "kerudung" khusus yang tujuannya sebetulnya untuk mempermudah proses membersihkan kendaraan. Butuh waktu lumayan lama membersihkan kendaraan dari timbunan salju, ditambah suhu yang dingin maka akan menyengsarakan. Dengan diberi kerudung, saya tinggal "mengupas" lapisan dari semacam plastik itu berikut saljunya, dan kaca mobil langsung bersih tidak perlu disikat atau dikerok. Pagi hari ritual membersihkan mobil menjadi semacam penghambat karena itu artinya saya harus bangun lebih pagi, bersiap-siap lebih pagi karena butuh waktu 15 hingga 30 menit membersikan kendaraan agar kemudian bisa dikemudikan dengan aman.

Nah, besok Kano masuk kerja pukul 6:30 lagi sedangkan salju sudah akan mulai turun sekitar pukul 4 pagi. Jadi bisa dibayangkan besok kami akan sibuk sekali hahaha.. Biasanya saya akan bangun yang paling pagi, mandi lalu bersiap-siap dan lari ke tempat parkir membersihkan mobil. Nina beda lagi, dia akan ke kolam renang jadi tugas dia ketika saya membersihkan mobil adalah menyiapkan sarapan untuk Kano. Ya, masing-masing mempunyai peran tersendiri dalam keluarga. Yang paling enak siapa? Tentu saja Kano hahaha.. Dia hanya mandi berkemas lalu menuju tempat kerja diantar dan dalam perjalanan dia sarapan! Enaknya!

"I know that soon I will have to be independent. I will have to live on my own. But right now, I want to take my opportunity to be spoiled. Maybe for the last time before you guys go home and leave me over here." Katanya pada suatu waktu ketika saya bilang bahwa sudah saatnya dia mula belajar mengatur diri sendiri. Bukannya imbauan saya itu dituruti malah dia bilang mumpung kami orang tuanya masih bersama dia, Kano mau memanfaatkannya dengan hidup yang dimanja! Dasar! Hahaha..

Saya sungguh mengerti, kok. Dulu saya juga begitu ketika hidup sendiri di Bandung sementara orang tua masih di kampung. Sesekali orang tua saya datang mengunjungi saya di rumah kost. Nah kalau ibu saya datang, otomatis kamar saya menjadi rapih karena ibu akan membereskan semuanya, pakaian kotor malah dicuci, piring-piring kotor dan peralatan masak semua dibersihkan. Ketika saya pulang kuliah begitu terkejut melihat kamar saya tiba-tiba disulap menjadi sangat rapih dan bersih. Sedetik kemudian saya tahu bahwa orang tua datang mengunjungi. Benar saja, ketika ke dapur sudah siap masakan kegemaran saya! Manja itu memang menyenangkan hahaha.. Dan sepertinya sekarang giliran saya melakukan apa yang orang tua saya dulu lakukan. Peran saya dulu bermanja-manjaan sekarang berubah menjadi pihak yang memanjakan!

Pengertian spoiled yang saya ungkapkan di atas bukan dalam konotasi negatif. Kano memang sudah mendapat banyak porsi tanggungjawab. Buktinya dia begitu baik beradaptasi dengan pekerjaannya bahkan dia sangat "disayang" oleh superiornya karena dianggap sebagai pekerja yang rajin dan sangat bertanggungjawab. Kemarin ketika salah satu atasannya terlambat, dia bahkan meminta maaf lalu ditraktir makan siang, diberi milkshake bahkan dihadiahi semacam dollar point sebesar 20 dollar. Kano senang sekali dan merasa memperoleh banyak hal yang more than he deserved. Walau dia sudah "disiksa" menunggu dalam cuaca dingin toh pada akhirnya dia mendapat balasan yang setimpal. Kano juga belajar dari peristiwa itu dan saya nilai dia dapat menghadapinya dengan sangat baik. Ya Kano bukan anak manja dalam pengertian yang buruk. Memang orang tuanya selalu berusaha menyediakan semua kebutuhkannya, mungkin kalau dianggap salah, ya itu mutlak kesalahan saya sebagai orang tuanya karena ini menjadi semacam "obsesi" bagi saya agar Kano tidak mengalami banyak hal yang tidak menyenangkan yang dulu saya alami di masa kecil. Walau demikian saya berusaha untuk tidak berlebihan karena tahu akibatnya. Dalam kondisi terbatas jutru saya bisa jauh lebih skillful dibandingkan dengan Kano. Saya banyak belajar ketrampilan karena kondisi yang terpaksa, dan situasi semacam itu tidak terjadi pada diri Kano. Ya sudah, situasi memang berbeda, di sisi lain justru Kano jauh lebih tahu soal ketrampilan yang lain, berbeda situasinya dengan jaman saya. Yang jelas dia bukan anak yang manja lalu ngamuk-ngamuk jika tidak memperoleh sesuatu yang dia inginkan.***

Foto credit: huffpost.com