Selalu kita bicara soal energi, karena tidak mengerti. Yang dikatakan adalah yang belum selesai di pemikiran. Selalu kita bahas soal otentik, karena tidak memahami. Yang dilakukan yang belum selesai di pemahaman.
Kalau coba digabungkan antara otentisitas dan energi, daripada berusaha melihat yang tak terlihat lebih efisien melihat dampak yang terlihatnya saja. Pada sesosok keberadaan, apakah menenangkan atau menegangkan.
Karena yang menenangkan kan biasanya otentik, memberikan energi untuk kita melakukan pergerakan. Sedangkan yang menegangkan itu imitasi, mengambil energi sehingga kita enggan bergerak.
Juga, yang memberikan energi untuk melakukan pergerakan membuat kita hendak berubah menjadi lebih baik. Kendati yang mengambil energi sehingga enggan bergerak membuat kita ingin mengubah orang lain menjadi lebih baik.