Sejak pindah rumah, perjalanan dari rumah ke kota cukup jauh. Saya harus melewati berbagai medan dan beberapa titik kemacetan. Untuk sampai ke Smipa atau tengah kota butuh waktu kurang lebih 45-60 menit. Perjalanan yang dilalui mulai dari jalan kecil yg masih jelek belum di aspal, pabrik-pabrik sampai melewati jalan utama yang banyak sekali truk-truk besar.
Singkat cerita, saya berangkat pukul 6.20 dan jalanan masih cenderung sepi. Saya hendak melewat sebuah jembatan Nanjung-aliran sungai Citarum. Di dekat jembatan itu ada sebuah angkot yang sedang ‘ngetem’ dengan banyaknya pernak-pernik yg mendistraksi. Mata tertuju pada stiker yang ada di kaca jendelanya. Tulisannya : Gue ganteng karena turunan. Begitu tanjakan jelek lagi. Ngakak banget sepanjang jalan. Ya, ampun! Hiburan banget di pagi hari. Jadi tertawa usai membacanya.
Setelah jalan beberapa meter akan melewati sebuah Pabrik Textile. Ada truk yang akan keluar dari pabrik tersebut. Saya pun berhenti untuk memberi jalan si truk itu. Tiba-tiba samar terdengar ada suara musik dari truk tersebut. Awalnya tak terdengar jelas lagu apa. Ternyata lagu Doel Sumbang. Irama musik dan liriknya yg menggunakan bahasa Sunda mudah dikenali. Langsung teringat almarhum Bapak. Ya, saat kecil saya terbiasa mendengarkan lagu Doel Sumbang, Iwan Fals, Guns N Roses, dan The Beatles. Setiap hari pasti pasang lagu dengan volume yang keras kadang saya merasa terganggu tapi apa daya sebagai anak kecil dulu belum berani bersuara. Saking seringnya mendengarkan lagu-lagu itu saya jadi hafal. Pas masih SD atau SMP, saya bisa menyanyikan lagu-lagu Iwan Fals dan Doel Sumbang dengan lancar. Pas SMP disuruh guru SBK bernyanyi, pilihan lagunya harus berbahasa Indonesia dan aku memilih lagu Iwan Fals. Yang Terlupakan judulnya. 😅 Padahal kalau dipikir-pikir itu kan bukan lagu anak remaja tapi guruku saat itu memperbolehkan dan waktu itu dapat nilai yang lumayan (di atas rata-rata kelas). Heran!
Beneran cuma karena denger tiap hari aja. Ga tulis liriknya, ga nyari tahu, dan ga pernah dikasih tahu atau disuruh sama Bapak. Lagu-lagu Doel Sumbang kan banyak yg berbahasa Sunda. Lagu-lagu Iwan Fals juga kritis dan banyak kata-kata yang mungkin sulit dimengerti maknanya. Bapak juga merasa aneh, tapi ya seneng aja jadi ada yang tahu lagu kesukaan Bapak. Bahkan saya satu-satunya anak Bapak yang bisa diajak karaokean lagu-lagu kesukaannya. Yang lain mah pada ga suka dan malahan suka mengeluh kalau Bapak lagi nyetel lagu itu. Terutama Teteh saya yang sudah mulai dewasa, tahun 2000-an sukanya Sheila On 7, Dewa, Westlife, atau Avril Lavigne.
Aaaah.. jadi rindu masa-masa bersama Bapak. Tak terasa kepergian Bapak sudah hampir 2 tahun. Al-Fatihah untuk Bapak. Rindu ini tak akan terbayar tuntas. Ya, rindu pada orang yang sudah tiada adalah rindu yang terberat.
Nuhun kak sudah berbagi... Keren nih kak Novi sudah double hattrick, enam AES berturut-turut. 😊👍🏼
Yuuuk bisa lanjut terus yuuuk.. 🍃
Makasih, Kak Andy.. Perlu dijaga konsistensinya nih.. 🤭