AES02 Surat Untuk Marwas
primaperdana
Monday May 4 2026, 2:46 PM
AES02 Surat Untuk Marwas

Teruntuk Kawan Marwas. Tulisan ini dibuat untuk merayakan kebersamaan kita selama dua pekan lalu. Sebuah pertemuan yang seakan-akan menjawab rasa penasaranku akan kehidupan di Semi Palar. Pertemuan aku dengan Kawan Marwas diawali pada hari Senin pagi. Saat itu, cuaca sangat bersahabat seakan menyambutku pada hari pertama magang di Semi Palar. Aku sangat bersemangat untuk membersamai teman-teman baruku di kelas. Harapanku saat itu adalah aku mampu untuk dapat memasuki ruang yang baru di kelas itu dan juga teman-teman tidak sungkan untuk dapat berinteraksi denganku. Ternyata, apa yang terjadi hari itu diluar ekspektasiku. Seluruh teman di kelas menyambutku dan tidak sungkan untuk bermain bersama. Perjalananku dengan Kawan Marwas pun dimulai.

Perjalanan dengan Kawan Marwas, menurut pandanganku, merupakan sebuah perjalanan singkat namun berarti. Minggu pertama, bagiku, cukup sulit sekaligus penasaran karena ini kali pertama aku berinteraksi secara langsung di kelas dengan teman-teman Semi Palar. Pada minggu pertama bersama Kawan Marwas, aku mengamati bagaimana interaksi diantara mereka. Bagaimana mereka saat pelajaran, kemudian saat bermain serta saat ada kondisi yang tidak mengenakan. Pada minggu pertama juga, aku diberi kesempatan oleh Kak Mamat untuk membawakan sebuah program yaitu Debat Ilmiah. Program ini, menurut Kak Mamat, masih diujicobakan kepada teman-teman untuk melihat timbal balik serta reaksi dari program tersebut. Ketika aku membawakan program tersebut, cukup berjalan dengan lancar dengan keadaan yang cukup berbanding terbalik dengan uji coba di awal pertemuan. Suasana cukup tegang dan serius karena terdapat beberapa aturan yang aku tambahkan untuk menambah fokus serta ketelitian dari Kawan Marwas dalam upaya menjawab persoalan yang ditanyakan di forum debat. satu kejadian menarik dan cukup membuatku terkejut adalah Kenzie yang menangis disela-sela debat. Saat itu, aku tidak mengetahui mengapa Kenzie bersedih. Menurut pengamatanku, Kenzie merasa bertanggung jawab setelah tidak bisa membawa timnya untuk memenangkan debat. Akan tetapi, yang patut untuk diperhatikan adalah reaksi dari teman-teman lainnya, yaitu menenangkan Kenzie dan berkata bahwa ini hanyalah sebuah permainan dan teman-teman tidak bermaksud untuk menyerang secara personal melainkan menyanggah gagasannya. Pemandangan yang membuatku cukup mengerti dengan apa yang telah diajarkan oleh kakak kelas yang berasal dari konsep holistik Semi Palar.

Perjalanan pada minggu pertama cukup seru dan membuatku semakin penasaran apa yang akan terjadi pada minggu berikutnya. Ternyata, pada minggu berikutnya yaitu minggu kedua bersama Kawan Marwas, aku sudah merasakan kedekatan dengan mereka. Perlahan tapi pasti, aku mengenali mereka secara individu. Aku merasa kalau mereka adalah adik-adikku yang aku sayang. Pada minggu kedua ini, mereka sedang bersiap untuk kegiatan berkemah, yang sayangnya aku tidak bisa mengikuti kegiatan tersebut karena di hari mereka berkemah, aku tidak lagi bersama dengan mereka. Pada hari menjelang perpisahan dengan Kawan Marwas, aku mengajak mereka untuk membuat poster dalam rangka menyambut Hari Bumi. Kegiatan penutupan sekaligus akhir dari perjalananku dengan Kawan Marwas. Aku sedih, mengingat perjalananku dengan mereka harus usai. Tapi di sisi yang lain, aku merasa bersyukur bahwa aku dipertemukan dengan mereka. Aku belajar banyak hal dari mereka, terutama mengenai pertemanan. Bagaimana mereka saling merangkul dan menguatkan satu dengan yang lain serta bagaimana mensyukuri setiap pertemuan. Aku senang bahwa aku memiliki teman baru dan mengajarkanku hal baru.

Aku berterima kasih kepada Kak Mamat dan Kak Lulu yang telah membantuku selama dua minggu menemani Kawan Marwas. Banyak pelajaran yang aku peroleh mulai dari penanganan anak di kelas, manajemen kelas serta membuat program. Terima kasih ya, kak!

Terakhir, untuk Kawan Marwas: Kenzie, Koral, Aru, Rei, Arsakha, Althaf, Eonnie Emi, Cici Nicole, Difta, Jac, Janis, serta Rara, terima kasih ya. Terima kasih telah menerimaku sebagai bagian dari teman kalian. Terima kasih telah mengizinkanku untuk berproses bersama-sama. Terima kasih untuk mau bermain bersamaku. Meski kebersamaan kita sudah berakhir, aku bersyukur serta mendoakan kalian agar sukses di masa depan. Tetap semangat dalam menjalani hari-hari kalian ya. Semoga kita bertemu kembali jika semesta mengizinkan. Ciao!

Kawan Marwas! Semangat, Ceria, Beragam! 

novitadm
@novitadm13   14 hours ago
Terima kasih sudah membersamai proses Kawan Marwas. Semangat terus ya, Kak Prima..
matheusaribowo
@matheusaribowo   11 hours ago
Terima kasih Kak Prima. Sudah mengisi sebagian cerita Kawan Marwas. Sampai berjumpa kembali!